PETA SITUS

KALENDER KEGIATAN

FTIP - UNPAD

Fakultas Teknologi Industri Pertanian

UNIVERSITAS PADJADJARAN

menu x

FTIP Unpad bekerjasama dengan PT. PLN (PERSERO) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah I untuk Program GTF dan Implementasi LARAP PLTU II Indramayu

Fakultas Teknologi Industri Pertanian (FTIP) Universitas Padjadjaran menandatangani kontrak kerjasama dengan PT. PLN (PERSERO) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah I pada tanggal 14 Februari 2019 mengenai “Program Grievance Task Force (GTF) dan Implementasi LARAP (Land Acquisition and Resettlement Action Plan) PLTU II Indramayu” melalui mitigasi dampak lingkungan, sosial, dan ekonomi dari adanya pembangunan PLTU baru.

“Pelaksanaan program GTF dan LARAP ini tak lain adalah upaya untuk pemulihan penghidupan dari 850 warga terdampak projek (WTP) yang sebagian besar memiliki matapencaharian sebagai petani (pemilik lahan, penggarap dan juga buruh tani) dan sebagian kecil lagi sebagai nelayan”, ujar Robi Andoyo, Ph.D selaku penanggungjawab kegiatan.

Target Program 35,000 MW listrik yang dicanangkan pemerintah mengharuskan pembangunan banyak pembangkit listrik baru di banyak wilayah Indonesia. Salah satunya adalah pembangunan PLTU baru dengan kapasitas 2×1000 MW di Indramayu, Jawa Barat.

Dengan total konsesi projek PLTU seluas 275 Ha, Implementasi LARAP dengan beragam program restorasi penghidupan yang dilengkapi dengan pembentukan tim GTF (grievance task force / satuan tim yang memfasilitasi aduan warga) ditujukan terutama bagi 850 warga terdampak langsung dari proyek PLTU ini yang tersebar di empat desa yaitu Mekarsari, Patrol Baru, Sumuradem dan Sumeradem Timur kecamatan Patrol, Kabupaten Indramayu.

Kunjungan Fasilitator Unpad kepada warga terdampak proyek PLTU II Indramayu

Pelaksanaan LARAP dan GTF dilakukan dengan mempertimbangkan aspirasi dan prioritas pembangunan kapasitas masyarakat, sesuai dengan pedoman Kebijakan Perlindungan World Bank dan JICA (Japan International Cooperation Agency) sebagai counter part PLN. Keterlibatan penuh dari masyarakat sekitar yang terdampak proyek menjadi prinsip yang tak bisa dikesampingkan.

FTIP UNPAD dan pihak PLN mengimplementasikan Program livelihood berupa pendampingan budidaya lele, jamur, UMKM, hidroponik, akses kredit mikro serta program lainnya dengan harapan dapat membantu memulihkan secara penuh kondisi perekonomian dari warga terdampak proyek pembangunan PLTU II Indramayu secara berkelanjutan sehingga warga akan memperoleh kepemilikan mandiri atas program-program yang diarahkan pada mereka dalam Implementasi LARAP ini.