[Unpad.ac.id, 15/08/2016] Direktur Inovasi dan Korporasi Akademik Universitas Padjadjaran, Prof. Dr. Tualar Simarmata, melepas delegasi Unpad yang akan berangkat ke Thailand memenuhi undangan kerajaan Thailand dalam Temu Budaya dan Pemuda ASEAN bertajuk ASEAN Recreation Festival Project (ARFP) 2016 di Pattaya dan Attaya Thailand pada 15-29 Agustus 2016. Pelepasan dilakukan di Bale Motekar Unpad, Jln. Banda No. 40 Bandung, Minggu, 14 Agustus 2016.

Para mahasiswa Unpad yang akan berpartisipasi pada ASEAN Recreation Festival Project (ARFP) 2016 di Thailand berfoto bersama di Bale Motekar Unpad *

Para mahasiswa Unpad yang akan berpartisipasi pada ASEAN Recreation Festival Project (ARFP) 2016 di Thailand berfoto bersama di Bale Motekar Unpad *

Kementerian Pariwisata dan Olahraga Thailand melalui Perhimpunan Pelajar Indonesia di Thailand dengan fasilitasi Kedutaan Besar Indonesia di Bangkok mengundang secara resmi 6 mahasiswa Teknologi Industri Pertanian FTIP Unpad dan anggota Komunitas Kreatif Jatinangor. Mereka diundang untuk menyebarluaskan keunikan dari keberagaman aktivitas budaya, pendidikan dan wisata di negara ASEAN yang berbeda-beda melalui pertunjukan, pameran, kegiatan outbound dan pementasan budaya sebagai media pertukaran wawasan berbudaya diantara negara-negara ASEAN. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan akan timbul daya saing dan inovasi dalam mempromosikan pariwisata baik ke negara ASEAN sendiri maupun dunia.

Penyelenggaraan inovasi kurikulum berbasis technopreneurship selama ini juga didukung penuh oleh Unpad dengan perolehan Hibah Uggulan Prgram Studi (HUPS) dan berbagai pihak lainnya.  Kurikulum ini diharapkan dapat mendorong berbagai kegiatan yang mengintegrasikan berbagai kegiatan pembelajaran, pengabdian dan penelitian yang selaras dengan program kemahasiswaan yang beroriensi menjadikan lulusannya sebagai technopreneur, local enablers, creative leaders dan sebagai design thinkers.

Prof. Tualar Simarmata mengatakan bahwa undangan ini merupakan buah dari upaya inovasi tiada henti terutama UNPAD-ARFP-2016-thumb_IMG_0936_1024-4pada pengembangan inovasi kurikulum yang dilaksanakan di Program Studi Teknologi Industri Pertanian FTIP Unpad. Keunikan inovasinya terdapat pada kurikulum yang menekankan pada upaya inovasi rekayasa sosial yang mengusung teknologi dan aspek akademik sehingga mampu melahirkan banyak wirausaha baru berbasis teknologi.

Direktorat Inovasi dan Korporasi Akademik dan Usaha Unpad mengapresiasi upaya ini karena telah dirancang dan dilaksanakan untuk membawa dampak perubahan sosial (Social Engineering) baik pada lingkungan civitas akademika maupun masyarakat secara luas. Salah satu indikator kemajuannya adalah bermunculannya beragam produk berbasis teknologi yang memberdayakan masyarakarat dan menjadi poros kolaborasi bagi keilmuan lain dan pihak-pihak lainnya. Capaian keberhasilan ini juga tampak dari mulai banyaknya perhatian dunia Internasional pada upaya inovasi kuriulum ini, salah satunya  dengan diterimanya undangan untuk hadir dalam ARFP 2016 di Thailand selama dua minggu dengan akomodasi penuh Kerajaan Thailand.

Kedelapan orang delegasi Unpad terpilih tersebut adalah Arip Rahman Jaya, Moehammad Fauzi, Laisa Runggu Yerike Aritonang, Belladina Anggun Kinanti, dan Nabilla Saptaryana Martha yang dipilih karena dinilai memiliki peran penting dalam menggerakkan upaya kewirausahaan di kalangan mahasiswa dengan bimbingan dosen FTIP Unpad, Dr. Dwi Purnomo. Delegasi ini akan didampingi oleh Aryanita Sembiring dan Arina Qonita, yang juga alumni Unpad dari Forum Kreatif Jatinangor dan The Local Enablers yang selama ini diinisiasi Unpad untuk mendampingi ekosistem kewirausahaan di Jatinangor.

Delegasi akan menunjukkan, memperkenalkan, dan mempromosikan berbagai kegiatan terkait proses penumbuhan komunitas dan menampilkan ragam kebudayaan Indonesia pada negara-negara ASEAN dan negara internasional lainnya. Delegasi juga akan mengikuti perayaan HUT ke-70 kenaikan tahta Yang Mulia Raja Acession sekaligus upacara pembukaan kegiatan, serta mengunjungi berbagai tempat wisata dan bersejarah di berbagai wilayah di Thailand. *

Rilis