atr

Sebagai mana kita tahu jagung merupakan tanaman pangan unggulan nasional dan menjadi program prioritas pertanian pada masa pemerintahan Presiden Jokowi saat ini. Hal ini karena jagung memiliki potensi untuk menyangga kebutuhan pangan non beras karena kandungan terbesar biji jagung adalah karbohidrat, dan potensial digunakan sebagai bahan baku industri. Bahkan di beberapa daerah seperti di Provinsi Gorontalo dan Nusa Tenggara Barat, jagung merupakan makanan pokok masyarakat.   Menurut BPS (2015) total luas panen jagung di Indonesia adalah sebesar 3 787 367 hektar dengan produksi sebesar  19 612 435 ton dan produktivitas sebesar 51. 78 kwintal per hektar.

Sejauh ini jagung yang diproduksi oleh petani dijual dalam bentuk biji dan sebagian besar dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Hanya sedikit sekali yang diolah lebih lanjut menjadi produk yang memiliki nilai jual tinggi. Melalui program Iptek Bagi Masyarakat (IbM), Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran bekerja sama dengan Kelompok Tani Ciburujul Desa Cimanggung Kecamatan Cimanggung Kabupaten Sumedang memproduksi biji jagung menjadi emping jagung.

Pada tanggal 15 Oktober 2016 ketua pelaksana kegiatan IbM yakni Ir. Totok herwanto, M.Eng ditemani oleh Ir. Sudaryanto, M.P , Ahmad Thoriq, S.TP., M.Si dan 3 (tiga) orang mahasiswa melakukan kegiatan Pelatihan teknis : Teknik pembuatan emping jagung, Pengoperasian dan perawatan mesin pencetak emping jagung, dan bisnis plan emping jagung.  Diakhir kegiatan tim IbM memberikan hibah mesin dan peralatan produksi emping jagung yang terdiri atas mesin pencetak emping jagung, kompor semawar, panci besar, sealer press, dan peralatan lainnya.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Tridarma dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat berbasis potensi sumber daya lokal  sehingga dapat meningkatkan nilai tambah jagung  dan membuka lapangan kerja bagu untuk kesejahteraan masyarakat.