PETA SITUS

KALENDER KEGIATAN

FTIP - UNPAD

Fakultas Teknologi Industri Pertanian

UNIVERSITAS PADJADJARAN

menu x

Pengelolaan Pemanfaatan Embung Kampus Unpad untuk Sumber Daya Air Berkelanjutan

Dalam rangka membekali mahasiswa dalam menerapkan keilmuan bidang teknologi tanah dan air dan pengelolaan sumber daya air, Fakultas Teknologi Industri Pertanian (FTIP) Universitas Padjadjaran menyelenggarakan kuliah umum dengan tema “Pengelolaan Pemanfaatan Embung Kampus Unpad untuk Sumber Daya Air Berkelanjutan” yang dilaksanakan pada hari Senin, 26 Agustus 2019 bertempat di Aula Lt 1 Gd. Dekanat FTIP Unpad, Jatinangor-Jawa Barat. Acara ini diikuti oleh mahasiswa terutama dari program studi Teknik Pertanian dan Biosistem dan beberapa dosen FTIP-Unpad. Acara ini bertujuan untuk menambah wawasan mahasiswa terkait dengan pengembangan pengelolaan sumber daya air, agar peserta memiliki wawasan yang lebih baik dengan contoh atau model pengelolaan pada sungai Citarum dan pengelolaan pemanfaatan embung kampus Unpad. Hal ini juga terkait dengan kerjasama bahwa Universitas Padjadjaran akan mendapatkan bantuan pembangunan Embung Unpad dari Kementerian PUPR, dan sebagai pelaksananya adalah Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum. Embung Kampus Unpad merupakan Embung yang akan dibangun di kawasan Universitas Padjadjaran sebagai bentuk kepedulian terhadap perubahan iklim dunia yang dapat mengancam ketersediaan air baku khususnya di lingkungan Universitas Padjadjaran dan Jatinangor.

Penyampaian Kuliah Umum oleh Bapak Jaya Sampurna S., ST., M.Tech., tentang Pengelolaan sumber daya air

Acara diawali dengan sambutan dari Dekan FTIP Unpad Dr. Ir. Edy Suryadi, MT., kemudian dilanjutkan dengan acara utama yaitu penyampaian materi kuliah umum tentang pengelolaan sumber daya air. Pada acara ini FTIP Unpad mendatangkan narasumber ahli dan berpengalaman yaitu Bapak Jaya Sampurna S., ST., M.Tech., selaku Kepala Satuan Non Vertikal Pelaksanaan Jaringan Sumber Air Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum dan bertindak sebagai moderator adalah Prof. Dr. Ir. Nurpilihan Bafdal, MSc., sekaligus sebagai inisiator embung kampus Unpad.

Materi yang disampaikan diawali dengan penjelasan tentang pengelolaan sungai Citarum yang merupakan sungai yang memberikan dampak besar khususnya di Jawa Barat karena memiliki banyak manfaat terutama untuk irigasi pertanian, tetapi juga sering mengalami luapan dan menimbulkan banjir di kawasan sekitar sungai Citarum. “Genangan di sekitar citarum semakin meningkat disebabkan diantaranya oleh berkurangnya daerah resapan yang menjadi perumahan dan industri, penurunan permukaan tanah, dan berbagai aspek sosial budaya lainnya. Untuk mengatasi permasalahan Citarum juga mengalami berbagai tantangan diantarnya di bagian hilir dekat curug Jompong ada situs geologi purba yang tidak bisa diganggu, sehingga dibuatlah 2 buah tunnel dengan diameter 8 meter kapasitas 400 m3”, ujar Bapak jaya menjelaskan permasalahan sungai Citarum. Permasalahan sungai citarum juga terjadi baik di hulu (Situ Cisanti), bagian tengah (Saguling, Cirata, Jatiluhur), maupun bagian hilir (Muara Gembong). Program Pengendalian Banjir sungai Citarum Hulu diantaranya adalah Pembangunan kolam retensi Cieunteung, Pembangunan floodway Cisangkuy, Normalisasi 4 anak sungai citarum ( sungai Cikijing, Cikeruh, Cimande, dan Citarum Hulu).

Materi kuliah umum kemudian masuk pada materi tentang pengelolaan sumber daya air, terutama terkait rencana pembangunan embung Unpad. Pengelolaan sumber daya air dapat dilakukan melalui pembangunan embung dan Small Dam. Embung merupakan bangunan yang berfungsi menyimpan air hujan, dalam suatu kolam dan kemudia dioperasikan selama musim kering atau kemarau. Bangunan penampung air lainnya diantaranya adalah Kolam retensi, Long storage, Tandon air, dan Dam parit.

Antusiasme peserta dalam sesi diskusi dan tanya jawab dalam kuliah umum pengelolaan dan pemanfaatan embung Unpad untuk sumber daya air berkelanjutan

Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Pada sesi ini peserta sangat antusias ditandai dengan muculnya 6 peserta yang bertanya diantaranya bagaimana pemilihan lokasi embung Unpad mengingat Unpad datarannya tidak terlalu tinggi. “Pada dasarnya lokasi harus memiliki sumber air yang akan ditampung dan lahan yang akan mamanfaatkan air embung, kemudian ketinggian muka air diatur sesuai dengan volume tampungan dengan spillway” jawab Kepala SNVP JSA Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum. Peserta lain bertanya fasilitas apa saja yang akan di bangun di sekitar embung Unpad? “Fasilitas yang bisa dibangun adalah fasilitas penunjang misalnya kebutuhan penelitian seperti green house, tandon air, saluran terbuka dan tertutup menuju lahan/greenhouse.” Jawab Bapak Jaya Sampurna. Pertanyaan lainnya diantaranya terkait dengan Solusi resapan tanah di daerah pemukiman? Dijawab dengan jelas bahwa Air yang harusnya meresap tetapi terjadi Run off, solusinya bisa dibuatkan tandon lalu dikeluarkan secara bertahap dan sebagai sumber air baku. Bagaimana cara kerja spillway? Dijawab perlu dibuat spillway berdasarkan perhitungan curah hujan dan debit banjir rencana, kemudian diatur debit air yang dibutuhkan dan secara otomatis dapat melimpahkan air yang tidak dibutuhkan.

Pemberian plakat dari Dekan FTIP Unpad Dr. Ir. Edy Suryadi, MT (sebelah kanan) kepada pemateri kuliah umum Bapak Jaya Sampurna S., ST., M.Tech (sebelah kiri)

Kuliah umum kemudian ditutup dengan pemberian plakat sebagai kenang-kenangan dari Dekan FTIP Unpad kepada pemateri. Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran terus melaksanakan kuliah umum atau studium generale dengan mengundang pembicara dari berbagai institusi karena sangat bermanfaat terutama bagi mahasiswa dalam meningkatkan wawasan keilmuan dan pengalaman selama kuliah di FTIP Unpad, dan pada akhirnya dapat meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja nantinya.

 

Dokumentasi foto-foto acara