FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN

menu x

TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN

Visi:

Program Studi Teknologi Industri Pertanian sebagai Centre of Excellence (CoE) pada bidang Technopreneurship dan Usaha Kecil Menengah pada tahun 2020.

Misi:

  1. Unggul dalam pembelajaran yang inovatif(Learning improvement & Integrated CoE based on information technology);
  2. Memiliki kapasitas kegiatan penelitian berkualitas (Research application improvement & Research commercialization);
  3. Memiliki jejaring kerja antar stakeholder yang kuat (Strenghteningacademic-industrial collaboration center -teaching industries);
  4. Unggul dalam memberdayakan wirausahawan, IKM dan UKM (Community development & competence and value creation)

Tujuan:

  1. Menghasilkan sarjana Teknologi Industri Pertanian yang memiliki profil Design Thinker, Creative Leader, Local Enabler, dan Technopreuneur, berbasis pada Agro-industrial Technology;
  2. Menghasilkan karya penelitian ilmiah yang aplikatif dan terhilirisasi;
  3. Mendukung pengembangan agroindustri yang menghasilkan produk berkualitas;
  4.  Memfasilitasi pengembangan IKM dan UKM serta menciptakan wirausahawan

Kompetensi Lulusan:

Kompetensi Utama:

  1. Mampu mengaplikasikan prinsip-prinsip matematik, sains, teknik, teknologi, dan manajemen dalam bidang agroindustri;
  2. Mampu mengidentifikasi, menganalisis, dan memecahkan permasalahan agroindustri;
  3. Mampu merancang, mengevaluasi, dan mengembangkan sistem agroindustri berorientasi pada kualitas dan perbaikan berkesinambungan.

Kompetensi utama lulusan tersebut di atas, diuraikan pada beberapa komponen sebagai berikut:

  1. Memahami ruang lingkup, perkembangan, isu strategis dan konsep dasar dari manajemen agroindustri, manajemen teknologi, manajemen SDM, manajemen kualitas dan manajemen pembiayaan dalam penerapan planning, organizing, directing dan controlling;
  2. Memahami karakteristik material (raw, auxillaries, packaging) dan bagaimana evaluasinya,memiliki pengetahuan tentang kimia bahan hasil pertanian dan pengetahuan bahan non-pangan serta bahan-bahan tambahan;
  3. Memahami karakteristik dan tantangan dalam pengembangan produk agroindustri dana memiliki kemampuan untuk menerapkan manajemen pengembangan produk khususnya untuk mencapai inovasi yang diinginkan mulai dari proses design sampai dengan proyeksi finansialnya;
  4. Memiliki pemahaman dan kemampuan dalam rekayasa dan optimasi proses pada agroindustri dengan berbagai metode;
  5. Memiliki kemampuan untuk melakukan analisis dalam lingkup satuan proses dan operasi, khususnya operasi dalam proses rekayasa produk-produk agroindustri;
  6. Memiliki pemahaman dalam manajemen operasi dan manajemen proyek, manajemen logistik serta manajemen pengendalian kualitas;
  7. Memiliki pengetahuan tentang manajemen SDM dan Organisasi untuk memahami perkembangan SDM di tingkat global, Human Resource Planning, Penilaian Kinerja, Dinamika Kelompok Integrasi SDM (kepuasan & stres kerja) dan sistem informasi manajemen SDM;
  8. Memiliki pemahaman tentang manajemen pemasaran yang meliputi analisis peluang,marketing research, perencanaan strategik (STP), analisis perilaku konsumen, marketing mix, digital marketingdan marketing intelligence;
  9. Memiliki pemahaman tentang manajemen lingkungan dan limbah industri, terkait dengan teknologi pengelolaan dan analisis dampak lingkungan serta analisis ekonomi lngkungan;
  10. Memahami pengetahuan merancang suatu sistem mulai dari ruang lingkup sampai dengan pengembangannya serta mampu merancang konsep model dan permodelan dari sistem tersebut, khususnya dikaitkan dengan aspekaspek dalam pengembangan agroindustri;
  11. Memahami dan memiliki kemampuan dasar pemrograman komputer dan sistem komputer untuk mendukung teknik keilmuan dasar dan aplikasi dari teknik industri khususnya agroindustri;
  12. Memahami tentang teknis penyusunan rencana bisnis terkait dengan proyek agroindustri (mulai dari perancangan produk hingga aspek pasar dan pemasarannya) dan juga pemahaman tentang pertimbangan teknis dan ekonomis dari suatu perancangan pabrik;
  13. Memahami dan memiliki kemampuan mensintesis permasalahan Industri Kecil Menengah (IKM) secara sistematik dan melakukan preskripsi terhadap permasalahan yang dihadapi IKM tersebut;
  14. Memiliki kemampuan presentasi, komunikasi, lobbying dalam memaparkan ide-ide bisnis yang ditunjang dengan kepemilikan jiwa entrepreuneur yang kokoh;
  15. Mampu menjadi local enabler bagi small industry untuk meningkatkan keberdayaan di era ekonomi pengetahuan yang ditandai dengan intensitas kompetisi usaha yang semakin dinamis, cepat berubah dan globalized.

Kompetensi Pendukung:

  1. Mampu bekerjasama dalam tim dan berkomunikasi secara efektif;
  2. Mampu memahami tanggungjawab profesi, etika dan sosial, serta responsif terhadap issue-issue mutakhir;
  3. Memiliki kesadaran akan pentingnya belajar yang terus menerus (life-long learning).

Kompetensi Lainnya:

  1. Berwawasan technopreneurship yang kreatif, inovatif, dan ramah lingkungan;
  2. Berwawasan lingkungan dan memiliki kesadaran pengembangan agroindustri berkelanjutan