Pemanfaatan Botol Bekas sebagai Media Tanam Sayuran Hidroponik

Oleh: Ahmad Thoriq, S.TP., M,Si.

Pandemi covid-19 menuntut kita untuk lebih banyak beraktivitas di rumah. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari penyebaran virus corona yang mungkin menyerang kita dan keluarga. Beraktivitas dirumah bukan berarti kita menjadi orang yang tidak produktif. Setiap orang mempunyai tugas dan tanggungjawabnya masing-masing. Sebagai mahasiswa tentunya harus mengikuti kegiatan belajar yang dilakukan secara daring, termasuk kegiatan Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa (KKNM) yang harus dilakukan dirumah dan tentunya harus bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

Kegiatan KKNM dengan tema “Produksi Sayuran Melalui Sistem Hidroponik Dari Botol Bekas Sebagai Upaya Meningkatkan Ketahanan Pangan Rumah Tangga Dimasa Pandemic Covid -19” dibimbing oleh Dr. Ir. Lukito Hasta, M.Sc dan Ahmad Thoriq, S.TP., M,Si. Keduanya merupakan Dosen di Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran.  Peserta KKNM berjumlah 11 mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah dan program studi diantaranya Keperawatan, Sastra Jepang, Sastra Jerman, Sastra Inggris, Hukum, Akuntansi, Ilmu Pemerintahan, dan Administrasi Bisnis. Hal ini tentunya bertaman sayuran secara hidroponik merupakan hal yang baru bagi sebagian besar peserta KKNM.

Pelaksanaan KKNM dilakukan berbasis modul dan WhatsApp Group. Mudul disusun secara rinci dan mudah dilaksanakan dengan memanfaatkan botol bekas yang ada dirumah. WhatsApp Group digunakan sebagai sarana diskusi dan konsultasi pembimbingan pelaksanaan KKNM jika peserta KKNM mengalami kendala.

Pada tahap awal, peserta diharuskan menyiapkan alat dan bahan yang digunakan untuk membuat sistem hidroponik. Beberapa peralatan tersedia di rumah dan sebagian lainnya harus dibeli ditoko pertanian atau dapat dibeli secara online.

Setelah semua bahan tersedia, selanjutnya dilakukan penyemaian bibit dan persiapan media tanam. Bila bibit yang disemai telah berdaun empat maka dapat dipindahkan ke media tanam yang telah disiapkan dan dilakukan perawatan dengan cara mengontrol kondisi larutan nutrisi. Setelah 2 minggu perawatan, sayuran hidroponik dari botol bekas didistribusikan ke tetangga terdekat dari peserta KKNM.

Makasiswa KKN Virtual memperlihatkan hasil tanaman hidropik

Sebagian besar masyarakat mengapresiasi kegiatan KKNM yang dilakukan mahasiswa Unpad. Mereka tertarik untuk mempelajari lebih lanjut mengenai budidaya sayuran secara hidroponik. Selain itu kegiatan KKNM virtual ini telah berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta KKNM mengenai budidaya sayuran secara hidroponik yang dapat dijadikan dimasa yang akan datang.