FTIP selenggarakan Lokakarya Kurikulum Kampus Merdeka

Rabu, 24 Maret 2021 FTIP menyelenggarakan Workshop Lokakarya Kurikulum Kampus Merdeka yang bertujuan untuk menyusun pedoman akademik dan sinkronisasi kurikulum kampus merdeka yang akan diterapkan di FTIP sehingga capaian dari profil lulusan FTIP dapat diimplementasikan tepat sasaran pada dunia pekerjaaan, baik pada bidang pemerintahan, praktisi, dan usaha.

Kegiatan lokakarya dibuka oleh Ibu Dr. Ir. Sarifah Nurjanah, M.App.Sc. selaku Dekan Fakultas Teknologi Industri Pertanian. Beliau menyampaikan bahwa kegiatan lokakarya sebagai bentuk dukungan Permendikbud No.3 tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan dengan program Merdeka Belajar. “Rancangan kurikulum yang akan dibuat sebagai upaya untuk menyiapkan mahasiswa menjadi sarjana tangguh, menjawab tantangan zaman, dan siap menjadi pemimpin dengan semangat yang tinggi”, ujar Dr. Sarifah.

Kegiatan ini menghadirkan dua orang nara sumber yaitu Adrian Zakhary sebagai Ketua IKA-Alumni FTIP, UNPAD untuk memperoleh gambaran pada perspektif alumni dan Ida Rahmi Kurniasih, SSi., Apt. sebagai Direktur Utama PT. Sinkona Indonesia Lestari untuk memperoleh perspektif dari sudut pandang praktisi. Kegiatan workshop berlangsung secara daring selama 3 jam yang dihadiri oleh oleh Dosen dan Tenaga Kependidikan FTIP, UNPAD.

Dekan dan Wakil Dekan 1 FTIP (atas kiri), Adrian Zakhary (ke-3 dari kiri atas), Ida Rahmi Kurniasih (ke-4 dari kiri atas), beserta para Dosen dan Tenaga Kependidikan FTIP

Pada kesempatan lokakarya Adrian menyampaikan perlu adanya pengembangan soft skill yang dimiliki oleh mahasiswa, antara lain public speaking, design thinking, dan informating. Karena ketiga hal ini, yang umum dibutuhkan pada dunia pekerjaan pada saat sekarang ini. Perlu adanya pengembangan beberapa matakuliah yang menjadi dasar ilmu pengetahuan, seperti bahasa inggris, ekonomi pertanian dan entrepreneur. Beberapa matakuliah ini, menjadi pedoman untuk mahasiswa dalam mengembangkan ilmu pengetahuannya yang sangat dibutuhkan beberapa belakangan ini pada dunia pekerjaan.

“Pengembangan kurikulum diharapkan seimbang baik secara keilmuan, hardskill dan softskill harus lebih banyak dikembangkan. Karena pada dunia pekerjaan, individu dituntut bisa memberikan solving terhadap permasalahan yang dapat terjadi dilapangan”, ujar Ida.

Robi Andoyo, S.TP., MSC., PhD., selaku Wakil Dekan Bidang Pembelajaran, Kemahasiswaan, dan Riset menegaskan bahwa kurikulum di FTIP akan dirancang dengan menyesuaikan pola dan metodologi pembelaran sesuai tuntutan saat ini. Mahasiswa dituntut untuk dapat beradaptasi dengan lingkungan yang dinamis, memecahkan masalah, berfikir kritis, memiliki kreativitas, memiliki manajemen SDM, memiliki kemampuan berkoordinasi, pengambilan keputusan, service orientation dan cognitive flexibility.