Jatinangor, 15 Juli 2026 – Fakultas Teknologi Industri Pertanian (FTIP) Universitas Padjadjaran secara resmi melepas 27 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahun 2026 yang akan melaksanakan program Social Mapping dan Pemberdayaan Masyarakat di Kabupaten Garut, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Sukabumi.

Kegiatan pelepasan dihadiri oleh mahasiswa peserta KKN, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), serta perwakilan Star Energy Geothermal sebagai mitra program. Acara dipandu oleh Robi Andoyo, S.TP., M.Sc., Ph.D., yang menekankan bahwa KKN Tematik merupakan sarana bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan sekaligus memahami kondisi sosial masyarakat melalui pendekatan social mapping. Hasil pemetaan tersebut diharapkan menjadi dasar dalam penyusunan program pemberdayaan masyarakat yang tepat sasaran, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata.
Prosesi pelepasan mahasiswa dilakukan secara simbolis oleh Dr. Ir. Dwi Rustam Kendarto, S.Si., M.T., selaku Wakil Dekan II FTIP Universitas Padjadjaran. Dalam sambutannya, beliau berpesan agar mahasiswa menjaga integritas, menjunjung tinggi nama baik universitas, serta mampu membangun komunikasi dan kolaborasi yang baik dengan masyarakat maupun seluruh pemangku kepentingan selama pelaksanaan KKN.
Usai prosesi pelepasan, mahasiswa KKN secara langsung diterima oleh pimpinan masing-masing aset PT Star Energy Geothermal di wilayah penugasan sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung pelaksanaan program KKN Tematik. Sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri ini diharapkan mampu memperkuat pelaksanaan social mapping serta mendorong lahirnya program-program pemberdayaan masyarakat yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi lokal di setiap wilayah.
Melalui kolaborasi antara FTIP Universitas Padjadjaran dan Star Energy Geothermal, Limited, KKN Tematik Tahun 2026 diharapkan tidak hanya memberikan pengalaman belajar bagi mahasiswa, tetapi juga menghasilkan rekomendasi dan program pemberdayaan masyarakat yang dapat menjadi dasar pengembangan masyarakat secara berkelanjutan di Kabupaten Garut, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Sukabumi.








