IHK FTIP Unpad Bersama BRI Peduli Resmikan Sentra Pemasaran Buncir, Dorong Kemandirian Ekonomi Purna Pekerja Migran di Kabupaten Cirebon

Cirebon, Jawa Barat – Program Pemberdayaan Purna Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Kabupaten Cirebon merupakan kolaborasi antara Unit Inkubasi, Hilirisasi, dan Komersialisasi Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran (IHK FTIP Unpad), BRI Peduli, BRI Research Institute, dan Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Cirebon. Program Pemberdayaan Purna PMI memasuki tahap akhir dengan peresmian Sentra Pemasaran Buncir di Bungko Lor, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Peresmian Sentra Pemasaran Buncir menjadi salah satu bentuk keberlanjutan program pemberdayaan yang tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas peserta, tetapi juga membangun ekosistem pemasaran yang dapat mendukung purna PMI dalam mengembangkan dan memasarkan produk usaha secara lebih luas.

Kegiatan peresmian dihadiri oleh Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Cirebon, Novi Hendrianto, S.STP., M.Si., Kepala Unit Inkubasi, Hilirisasi, dan Komersialisasi FTIP Unpad, Dr. In-In Hanidah, S.TP., M.Si., perwakilan BRI Research Institute Rifqi Irfan, 10 peserta yang tergabung sebagai anggota Sentra Pemasaran Buncir, serta masyarakat setempat.

Sentra Pemasaran Buncir dikelola oleh salah satu peserta purna PMI yaitu Bu Tanipa yang dipercaya menjadi PIC dalam memasarkan produk-produk UMKM purna PMI di Kabupaten Cirebon. Sentra ini diharapkan menjadi ruang bersama bagi para pelaku usaha untuk memperluas akses pasar, meningkatkan kemampuan pemasaran, serta membangun kolaborasi antarpelaku UMKM.

Program Pemberdayaan Purna PMI Kabupaten Cirebon sebelumnya diikuti oleh 60 peserta. Dari jumlah tersebut, sebanyak 20 peserta terkurasi untuk mendapatkan pendampingan usaha secara intensif selama dua bulan. Pendampingan dilakukan dengan pendekatan peer to peer dan persuasif secara perorangan, sehingga materi dan strategi pengembangan usaha dapat disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan masing-masing peserta.

Dari hasil pendampingan, terdapat perkembangan positif pada peserta. Dari 20 peserta yang telah terkurasi dan memiliki usaha, bertambah tiga peserta baru yang mulai menjalankan usaha selama program berlangsung. Pendampingan juga mendorong peserta untuk mengembangkan produk, memperbaiki pengemasan dan branding, menghitung harga pokok produksi (HPP), serta meningkatkan kemampuan pemasaran. Selain itu, pengelola sentra pemasaran memperoleh pendampingan intensif untuk meningkatkan kemampuan PIC dan anggota sentra dalam membuat konten, mengelola media sosial, serta memanfaatkan e-commerce

Saat ini, berbagai produk telah bergabung dalam Sentra Pemasaran Buncir, di antaranya abon tuna, abon ayam, samoza, sambal cumi, sambal terasi, sambal terasi kering, tempe orek teri kacang, basreng, sambal garing, kentang Mustofa, serundeng terasi, rujak Donggala, siomay, serta berbagai produk UMKM lainnya.

Untuk mendukung keberlanjutan usaha, program juga memberikan penguatan sarana produksi dan pemasaran. Fasilitas utama yang diberikan untuk mendukung kegiatan sentra pemasaran meliputi fasilitas penunjang ruang pengemasan. Selain itu, beberapa peserta memperoleh stimulus peralatan untuk meningkatkan kapasitas produksi.

Kepala Unit Inkubasi, Hilirisasi, dan Komersialisasi FTIP Unpad, Dr. In-In Hanidah, S.TP., M.Si., menyampaikan bahwa Program pemberdayaan ini dirancang untuk membangun kemandirian purna PMI melalui peningkatan kapasitas usaha dan pembentukan ekosistem. Karena itu, Sentra Pemasaran Buncir diharapkan tidak berhenti sebagai tempat pemasaran produk, tetapi dapat berkembang menjadi ruang kolaborasi bagi para pelaku UMKM untuk saling mendukung, belajar, dan memperluas pasar.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Cirebon, Novi Hendrianto, S.STP., M.Si., mengapresiasi kolaborasi yang telah terjalin antara BRI Peduli, BRI Research Institute, IHK FTIP Unpad, dan Pemerintah Kabupaten Cirebon dalam mendorong kemandirian ekonomi purna PMI. Program ini menunjukkan bahwa pemberdayaan purna PMI tidak hanya dapat dilakukan melalui pelatihan, tetapi juga membutuhkan pendampingan berkelanjutan, penguatan fasilitas, serta akses terhadap pasar. 

Ke depan, sentra diharapkan mampu berkembang sebagai wadah pemasaran bersama yang dapat menghimpun lebih banyak produk UMKM purna PMI, memperluas jangkauan pemasaran secara offline maupun digital, serta meningkatkan nilai ekonomi produk lokal. Setelah peresmian, keberlanjutan dan pengembangan Sentra Pemasaran Buncir selanjutnya akan menjadi bagian dari pembinaan dan pendampingan stakeholder setempat, khususnya Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Cirebon, sehingga sentra dapat terus berjalan secara mandiri dan berkelanjutan.

Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, sektor perbankan, pemerintah daerah, dan masyarakat, program ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang bagi purna PMI di Kabupaten Cirebon.