Prodi TIN selenggarakan Kuliah Umum: Indonesia Raja Briket Arang Kelapa Dunia

Kuliah penutup semester genap tahun ajaran 2020/2021 dilaksanakan secara online hari Jumat, tanggal 2 Juli 2021 sekaligus memperkenalkan industri berbasis limbah yaitu briket tempurung kelapa sebagai energi alternatif mengangkat tema “Indonesia Raja Briket Arang Kelapa Dunia” dengan mengudang nara sumber Bapak Asep Jembar Mulyana selaku founder dan CEO dari PT. Tom Cococha Indonesia.

Dr. Efri Mardawati selaku Kaprodi TIN menyampaikan bahwa PT. TOM Cococha Indonesia telah bekerjasama dengan Prodi TIN dalam pelaksanaan tempat Praktek Kerja Langan (PKL), Penelitian, dan berkomitmen unuk menjadi wadah dalam kegiatan kampus merdeka.

Kuliah penutup dihadiri oleh 95 orang yang terdiri dari mahasiswa S1, S2, dan dosen FTIP. Pada kesempatan ini Bapak Asep menyampaikan bahwa kelapa memiliki banyak limbah yang belum termanfaatkan dengan baik salah satunya tempurung kelapa yang baru dimanfaatkan sebagai arang tempurung kelapa, sementara briket shisha arang tempurung kelapa saat ini masih menjadi yang terbaik di dunia.

Paten “Save the world by Coconut Charcoal” milik Pak Asep memiliki arti kita dapat menyelamatkan hutan dunia dari produksi arang kayu dengan menggantinya dengan produksi arang tempurung kelapa. Demand yang dihasilkan sangat tinggi karena konsumsi barbeque dan shisha di dunia sangatlah tinggi, lebih dari 350.000 ton pertahunnya. Bisnis arang tempurung kelapa tidak terkena dampak krisis ekonomi apapun karena penjualannya 100% ekspor dengan kurs mata uang asing sehingga dapat berjalan secara berkelanjutan dengan bahan berbasis limbah. Potensi limbah yang ada di Indonesia harus dimanfaatkan dengan baik untuk dapat meningkatkan nama baik Indonesia di dunia, salah satunya kelapa Indonesia yang melimpah limbahnya belum termanfaatkan dengan baik seperti tempurung dan sabutnya. Sabut kelapa berpotensi untuk dibuat menjadi tambang dan membutuhkan teknologi tepat guna sehingga dapat diproduksi secara berkelanjutan