Pusat Kolaborasi Riset (PKR) Biomassa dan Biorefineri berkolaborasi dengan Forum Komunikasi Program Studi Industri Pertanian Indonesia (FKPSIPI) menyelenggarakan Seminar Kolaborasi yang bertemakan “Pemanfaatan Biomassa Menuju Agroindustri Unggul” secara daring pada hari Rabu (27/04/2022). Seminar kolaborasi tersebut menghadirkan pembicara-pembicara ahli pada bidang pemanfaatan biomassa yang berasal dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Universitas Padjadjaran, Institut Pertanian Bogor, dan Universitas Brawijaya.
Koordinator FKPSIPI, Dr. Siti Asmaul Mustaniroh, membuka seminar dengan menyebutkan bahwa kegiatan ini menjadi langkah awal dari program rutinan FKPSIPI untuk mengadakan forum berbagi (sharing) antar anggota dalam penyelenggaraan Tri Dharma dan menjadi pintu kolaborasi untuk menindaklanjuti berbagai gagasan dan progres riset setiap anggota. Ketua PKR Biomassa dan Biorefineri yang sekaligus Ketua Prodi TIN Unpad, Dr. Efri Mardawati, dalam kesempatan ini mengajak para dosen dan peneliti yang hadir untuk berkolaborasi dalam riset pemanfaatan biomassa menjadi berbagai bioproduk yang menerapkan konsep biorefineri seperti bioenergi, biometerial, pangan, pakan, dan biokimia guna mewujudkan biomassa menjadi tulang punggung perekonomian nasional yang unggul.
PKR Biomassa dan Biorefineri merupakan salah satu Pusat Kolaborasi Riset, khsusunya yang berada di Unpad, yang mendapatkan skema fasilitasi pendanaan dari BRIN. Skema fasilitasi ini memiliki tujuan untuk dilakukannya berbagai kolaborasi riset pada tema-tema tertentu beserta output-outputnya. PKR Biomassa dan Biorefineri muncul akibat dari melimpahnya sumber daya alam biomassa yang belum optimal dalam pemanfaatannya, sehingga terbentuklah kerja sama dan kolaborasi antara Unpad dan BRIN yang kemudian diikuti dengan kerja sama dari berbagai stakeholder seperti perguruan tinggi (ITB, Unhas, UB), asosiasi profesi, industri, dan pusat riset lainnya. Seminar kolaborasi ini menjadi salah satu pintu terjalinnya kolaborasi, khususnya antara PKR Biomassa dan Biorefineri, BRIN, dan anggota FKPSIPI yang berasal dari berbagai perguruan tinggi.

tertuju pada pemanfaatan biomassa yang memberikan impact kepada manusia. Selain itu, dalam paparannya beliau mengungkapkan bahwa Pusris Biomassa dan Bioproduk BRIN memiliki 8 kekuatan di tahun 2022 yang salah satunya menjadi peluang kolaborasi yang terbuka lebar bagi para akademisi dan peneliti di perguruan tinggi yaitu dengan adanya 18 kelompok riset dan 8 program research fellow dan post doctoral.
Pembicara kedua adalah Dr. Farah Fahma (Dosen dan Peneliti dari TIN IPB) memaparkan materi mengenai “Produk Berbasis Selulosa dari Biomassa Pertanian”. Selulosa menjadi biopolimer yang melimpah di alam karena dapat ditemui pada tanaman, biota laut, alga, fungi, dan bakteria. Beberapa bioproduk berbasis selulosa yang dipaparkan oleh Dr. Farah Fahma meliputi selulosa asetat (bahan utama bioplastik), nanoselulosa (biomaterial terbarukan berukuran nano), dan nanokomposit selulosa. Beliau kemudian menjelaskan potensi selulosa untuk masa depan yang sangat besar karena dapat menghasilkan banyak produk, sifat produk yang unggul, aplikasi yang luas dan kompetitif, serta dapat menjadi ruang kolaborasi multidisiplin.
Dr. Efri Mardawati (Ketua PKR Biomassa dan Biorefineri, Kaprodi TIN Unpad) kemudian melanjutkan paparan dalam seminar kolaborasi dengan materi mengenai “Produksi Xilitol dari Tandan Kosong Sawit Melalui Proses Hidrolisis Enzimatik dan Fermentasi”. Beliau membuka dengan menjelaskan potensi dari tandan kosong sawit (TKS) yang sangat besar karena Indonesia merupakan produsen terbesar sawit di dunia. TKS dapat dikonversi menjadi beberapa produk yang menerapkan konsep biorefineri seperti xilitol, enzim xilanase, dan bioetanol sebagai produk sampingnya. Kemudian Dr. Efri Mardawati pun menjelaskan mengenai xilitol yang merupakan produk berbasis hemiselulosa, produk ini merupakan gula alkohol yang memiliki kemanisan setara sukrosa, anti-kariogenik, aman bagi penderita diabetes, dan tahan terhadap panas. Adapun produksi xilitol di masa depan dapat mengacu pada konsep Green Economy yang dapat dimulai dengan penggunaan enzim dalam isolasi xilan dan xilosa serta memanfaatkan beberapa jenis mikroorganisme untuk fermentasi.
Paparan terakhir diberikan oleh Sri Suhartini, Ph.D. (Dosen dan Peneliti TIN UB) dengan materi mengenai “Produksi Biogas dari Limbah Tandan Sawit”. Fokus penelitian yang beliau paparkan adalah mengenai prduksi biogas, khususnya metana, yang dihasilkan dari memanfaatkan limbah agroindustri, limbah makanan, limbah hasil pertanian, dan limbah cari. Beliau menjelaskan bahwa diperlukannya berbagai alternatif strategi untuk meningkatkan potensi produksi biogas yang harus ditingkatkan. Pemanfaatan limbah agroindustri, khususnya limbah tandan sawit ini dilakukan guna mewujudkan agroindustri yang berkelanjutan. Berbagai metode diterapkan dan direncakan untuk digunakan dalam riset di beberapa tahun ke depan untuk mengoptimalkan biogas yang dihasilkan. Kemudian, beliau menyebutkan potensi kolaborasi yang besar dalam pemanfaatan limbah agroindustri menjadi berbagai bioproduk yang dilakukan oleh PKR Biomassa dan Biorefineri.
Seminar kolaborasi yang diselenggarakan oleh FKPSIPI dengan PKR Biomassa dan Biorefineri menjadi pintu dan jembatan untuk berkolaborasi dalam pemanfaatan biomassa dalam penerapan konsep biorefineri. Hal tersebut ditunjukkan dengan antusiasme yang tinggi dari partisipan seminar dengan berbagai pertanyaan yang diberikan dan diskusi yang terjadi setelah sesi paparan selesai dilakukan.

Sri Suhartini Ph.D. dalam Seminar Kolaborasi Pemanfaatan Biomassa Menuju Agroindustri Unggul.