Pusat Kolaborasi Riset Biomassa dan Biorefineri Melaksanakan Seminar kolaborasi sesi 2 mengenai pemanfaatan biomassa untuk kemandirian pangan

Tangkapan layar Seminar Kolaborasi Biomassa dan Biorefineri Seri Kedua “Pemanfaatan Biomassa Menunjang Kemandirian Pangan” yang digelar PKR Biomassa dan Biorefineri berkolaborasi dengan PATPI Cabang Bandung dan PAJ Jawa Barat secara daring, Selasa (7/62022) lalu.

Pusat Kolaborasi Riset (PKR) Biomassa dan Biorefineri berkolaborasi dengan Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI) Cabang Bandung dan Perhimpunan Alumni Jerman (PAJ) Jawa Barat mengadakan Seminar Kolaborasi Biomassa dan Biorefineri Seri Kedua yang bertemakan “Pemanfaatan Biomassa Menunjang Kemandirian Pangan”. Seminar kolaborasi ini diselenggarakan pada hari Selasa (7/6/2022) secara daring yang bertepatan dengan peringatan World Food Safety Day 2022 (WFSD) yang bertemakan “Safer Food, Better Health”.

Terhitung, sekitar 320 peserta mengikuti seminar kolaborasi seri kedua ini secara daring. Adapun afiliasi atau asal instansi setiap peserta yang berpartisipasi terdiri dari civitas berbagai perguruan tinggi di Indonesia, para peneliti dari BRIN, staf pemerintahan daerah, staf dan peneliti dari Kementerian Pertanian, serta praktisi-praktisi yang bergerak di industri pertanian.

Seminar kolaborasi ini dibuka oleh Ketua PKR Biomassa dan Biorefineri yaitu Dr. Efri Mardawati, Ketua PATPI Cabang Bandung yaitu Robi Andoyo, Ph.D., dan Ketua PAJ Jawa Barat yaitu Dr. rer. pol. A. Fajar Hendarman. Ketua PKR Biomassa dan Biorefineri, Efri, menyambut dan mengajak peserta seminar untuk berkolaborasi bersama dalam riset pemanfaatan biomassa yang khususnya dikonversikan menjadi produk pangan. Hal tersebut dilakukan guna mengurangi volume biomassa yang tidak termanfaatkan dan menghasilkan output riset yang lebih besar, berdampak, dan berkesinambungan.

Pembicara-pembicara yang dihadirkan merupakan ahli dan praktisi di bidang industri pangan. Kepala Departemen  Teknologi Industri Pangan FTIP Unpad Bambang Nurhadi, Ph.D. membuka Sesi I seminar yang dipandu oleh Nanang Masruchin, Ph.D. (Peneliti dari Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk BRIN), kemudian dilanjutkan oleh Kaprodi Teknik Pangan FTI ITB Dr. M.T.A. Penia Kresnowati, dan diakhiri oleh Peneliti dari Pusat Riset Limnologi dan SDA BRIN Drs. Tjandra Chrismada, M.Sc.

Sesi II Seminar kemudian dipandu oleh Dr. Souvia Rahimah (Ketua Pusat Studi Padjadajran Halal Center). Pada sesi ini, pemaparan pembuka dilakukan oleh Ketua PATPI Cabang Bandung yang sekaligus Wakil Dekan I FTIP Unpad Robi Andoyo, Ph.D., kemudian dilanjutkan oleh Peneliti dari Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk BRIN Dr. Riksfardini A. Ermawar, dan diakhiri oleh Anggota PAJ yang merupakan dosen Faperta Unpad Dr. rer. nat Suseno Amien.

Berbagai topik paparan yang disampaikan oleh para pembicara selaras dengan tema seminar dan mendukung tema WFSD mengenai pangan yang aman untuk kesehatan yang lebih baik. Potensi biomassa yang melimpah di alam, khsususnya di lingkungan agroindustri digali lebih komprehensif dalam seminar kolaborasi ini. Mulai dari limbah biomassa di lingkungan agroindustri nanas yang menjadi maltodekstrin, ekstraksi karotenoid dari tandan kosong sawit (TKS) dan kapang pada TKS, hingga pemanfaatan whey protein dari limbah agroindustri susu (dairy).

Berbagai topik riset pemanfaatan biomassa untuk bioproduk pangan dan kesehatan pun disampaikan dalam seminar guna memperluas jaringan kolaborasi riset yang akan dijembatani oleh PKR Biomassa dan Biorefineri. Selain mengkaji hilirisasi produk-produk biomassa, dalam seminar ini dipaparkan juga mengenai potensi matalele untuk pakan ikan dan budidaya stevia sebagai alternatif pemanis selain tebu.

Kegiatan seminar kolaborasi ini menjadi suatu bentuk komitmen dari Universitas Padjadjaran dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) beserta mitra perguruan tinggi (ITB, Unhas, UB) dalam memanfaatkan sumber daya alam biomassa yang melimpah agar dapat terkonversi menjadi produk bernilai tambah yang mengacu pada konsep biorefineri dan menunjang Green Economy.