[Humas, 24/06/22] Agroindustri menjadi sektor yang prospektif untuk dikembangkan karena dapat meningkatkan nilai tambah produk-produk hasil pertanian. Kegiatan Agroindustrial Product Design and Planning Exhibition yang diselenggarakan pada Hari Kamis (23/6/2022) di Kampus Universitas Padjadjaran diikuti oleh mahasiswa semester 6 (enam) pada Program Studi Sarjana Teknologi Industri Pertanian (TIN) FTIP Universitas Padjadjaran.
“Kegiatan ini merupakan salah satu luaran dari 2 (dua) mata kuliah yang bersifat project base, yaitu MK Perancangan Proyek dan Bisnis serta MK Perancangan Proses Agroindustri yang masing-masing berbobot 3 SKS” ujar Dr. Efri Mardawati selaku Kaprodi TIN sekaligus koordinator Mata Kuliah (MK) Perancangan Proses Agroindustri.
Ir. Totok Pujianto MT sebagai Koordinator MK Perancangan Proyek dan Bisnis juga menyampaikan “Pameran produk ini merupakan rangkaian kegiatan perkuliahan yang berguna untuk menerapkan keilmuan perancangan agroindustri, melatih jiwa wirausaha, dan menguatkan kerja sama tim,”

Sebelumnya mahasiswa TIN Unpad telah melakukan berbagai rangkaian kegiatan seperti desain produk, desain proses, analisis kelayakan usaha, tata letak dan sistem bisnis, serta manajemen usaha. Persiapan tersebut dilakukan secara berkelompok sehingga dapat memperkuat kemampuan kerja sama tim yang menjadi salah satu softskills yang diperlukan dalam dunia industri (kerja).
Efri menambahkan, “Kemampuan merancang sebuah bisnis agroindustri yang komprehensif merupakan kompetensi utama lulusan dari Prodi TIN, sehingga prodi mengharapkan melalui kegiatan ini mahasiswa dapat terus berinovasi mencipatkan produk-produk yang dapat meningkatkan nilai tambah produk pertanian untuk keperluan industri”.
Pameran ini dihadiri oleh seluruh civitas akademika Prodi TIN dengan memamerkan 10 (sepuluh) jenis produk inovasi agroindustri yang telah dirancang dan dipersiapkan oleh mahasiswa. Kentang dan pisang menjadi komoditas yang paling banyak diinovasikan yaitu masing-masing sebanyak 3 (tiga) produk inovasi. Produk agroindustri berbasis kentang meliputi “DE POTA Keripik Kentang Asli”, “Eattos”, dan “Frozen French Fries”, sedangkan produk berbasis pisang meliputi “Aur Banana”, “Ba-Na Crunch”, dan “Crunchly”.
Komoditas pertanian lainnya yang dimanfaatkan adalah nanas, ubi jalar, dan minyak atsiri. Produk “Eppines” dan “HappyJam” merupakan produk berbasis nanas yang memanfaatkan potensi nanas di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Potensi hasil pertanian lokal pun diangkat dalam produk “I-POMIE” yang memanfaatkan ubi Cilembu sebagai bahan dasar pembuatan mie kemasan instan. Adapun produk berbasis minyak atsiri “Selensia Essential Oil” menjadi satu-satunya produk non-pangan pada pameran produk ini.
Produk-produk yang telah dipamerkan dalam kegiatan Agroindustrial Product Design and Planning Exhibition ini diharapkan menjadi sebuah prototype bisnis agroindustri yang diharapkan terus dikembangkan oleh mahasiswa. Pengembangan perlu dilakukan agar menjadi produk-produk unggulan hasil binaan Prodi TIN Unpad seperti Equine Black Garlic, Naroma Indonesia, Manner Perfume, Mango Day, dan produk-produk lainnya.
Mahasiswa Prodi TIN Unpad yang telah melakukan kegiatan pameran produk agroindustri ini kemudian akan diberikan penilaian dan pembekalan oleh asesor eksternal yang merupakan praktisi di bidang agroindustri. Adapun penilaian dan pembekalan tersebut secara eksklusif deiberikan kepada mahasiswa tingkat akhir dan akan digelar segera dalam MK Assesment.