[Humas FTIP] Program Studi Sarjana Teknologi Industri Pertanian (TIN) FTIP Unpad telah melaksanakan Assessment 2 yang bertajuk “Agroindustrial Students Assessment” pada Hari Sabtu, 7 Juli 2022 dengan melibatkan asesor eksternal dari alumni Prodi TIN FTIP Unpad yang telah berkiprah di sektor industry, wirausaha dan akademik. Beberapa alumni diketahui telah berkarir di perusahaan multinasional, start-up digital marketing, hingga alumni-alumni yang berprofesi sebagai pengusaha dan akademisi.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan penilaian dan pembekalan terhadap mahasiswa mengenai kehidupan pasca kampus, selain itu evaluasi kurikulum dilakukan secara minor berdasarkan masukan-masukan dalam diskusi bersama dengan para asesor pada akhir kegiatan.
“Assessment ini dijadikan sebagai kegiatan untuk melihat apakah pada diri kita sudah ada dan siap atau belum sebagai lulusan dari FTIP Unpad. Harapannya sesudah assessment ini dapat mengembangkan apa yang kurang dari diri masing-masing berdasarkan masukan-masukan dan insight-insight dari kakak-kakak alumni, serta memberikan berbagai masukan kepada prodi, fakultas, dan unpad untuk melakukan perbaikan mulai dari kematerian (kurikulum) dan sikap-sikap yang harus dimiliki lulusan untuk dapat menembus ke dunia kerja (industri)” ucap Dekan FTIP Unpad, Dr. Sarifah Nurjanah saat memberikan sambutan.

“Assessment eksternal ini dimaksudkan untuk mengevaluasi kompetensi mahasiswa tingkat akhir dari pihak eksternal sebagai pengguna lulusan. Mahasiswa tingkat akhir mendapatkan pembekalan dari alumni yang telah berkiprah di dunia kerja dan dunia usaha, kemudian prodi mendapat umpan balik dari pihak eksternal terkait perbaikan kurikulum dan metode pembelajaran,” tambah Dr. Efri Mardawati.
Proses assessment dilakukan sebanyak dua kali yaitu mengenai kemampuan dasar melalui LiVE Unpad (internal) dan mengenai kesiapan pasca kampus (eksternal).
Prof. Dr. Roni Kastaman, selaku Kepala Departemen Teknologi Industri Pertanian, menjelaskan bahwa kegiatan assessment di Prodi TIN ini dapat menjadi suatu percontohan dengan langkah yang baik dan positif bagi prodi-prodi lain baik di lingkungan FTIP maupun di Unpad. Beliau menyarankan kepada Kaprodi TIN dan Dekan FTIP Unpad untuk menginisiasi kegiatan sejenis MK Assessment yang dapat mempertemukan mahasiswa dengan alumni untuk berbagi pengalaman, baik pengalaman berkuliah maupun pengalaman dalam mempersiapkan memasuki dunia pasca kampus.
Kegiatan assessment ini diikuti oleh mahasiswa tingkat akhir yang sebelumnya telah melakukan pameran produk inovasi agroindustri dengan tajuk “Agroindustrial Product Design and Planning Exhibition”. Terdapat 10 (sepuluh) kelompok proyek yang terdiri dari 57 orang mahasiswa dan masing-masing kelompok didampingi oleh 2 (dua) asesor. Kombinasi penempatan asesor yang merupakan praktisi industri dan akademisi dilakukan oleh Prodi TIN guna memberikan insight yang berbeda kepada mahasiswa mengenai dunia industri dan akademik (pasca sarjana) untuk memupuk dan memantapkan minat-minatknya untuk mempersiapkan kehidupan pasca kampusnya.
Usai kegiatan assessment dilakukan, para asesor dan mahasiswa dikumpulkan kembali untuk menampung masukan dan pengalaman pembekalan yang diberikan kepada mahasiswa. Para asesor sebelumnya membagikan pengalamannya yang berbeda antara assessment yang mereka lalui dengan assessesment pada tahun ini. Penggunaan project pengembangan produk inovasi sebagai bahan presentasi dan pemicu diskusi membuat assessment menjadi lebih teratur dan terarah daripada pelaksanaan assessment pada Januari 2021 lalu.
Beberapa masukan yang tertampung seusai assessment dilakukan dinilai sangat penting untuk mengevaluasi kurikulum di Prodi TIN FTIP Unpad. Dalam segi kematerian dan hard skills, para asesor menyarankan untuk diperkuat lagi dalam pengolahan data ketika perkuliahan berlangsung. Selain itu, penggunaan perangkat lunak dan digitalisasi sangat perlu untuk dikuasai oleh setiap mahasiswa karena di berbagai sektor industri memerlukan perangkat lunak ini. Aspek soft skills yang menjadi highlight dari para asesor meliputi cara presentasi yang baik, sikap komunikasi, dan kepercayaan diri dalam mengungkapkan suatu ide.
Salah satu contoh masukan untuk Prodi TIN diberikan oleh Wibawa Pradana atau sosok yang akrab dipanggil Kang Bowo. Beliau memberikan masukan untuk mengadakan simulasi interview yang dapat mengundang para HR dari perusahaan-perusahaan tempat kerja alumni. Masukan ini mendapat tanggapan positif dari Kaprodi TIN, Dr. Efri Mardawati, sehingga akan dipertimbangkan bagaimana alur pelaksanaannya dengan meminta bantuan para alumni untuk mengundang staf HR di masing-masing perusahaannya dan berkoordinasi dengan Himpunan Mahasiswa Teknologi Industri Pertanian (Himatein) untuk mempersiapkan simulasi ini. Beberapa testimoni dari mahasiswa tingkat akhir yang dievaluasi juga menyampaikan kesan mereka terhadap kegiatan assessment yang dilaksanakan. Mereka menyatakan bahwa kegiatan ini sangat berguna bagi mereka karena dapat berhadapan langsung melalui aplikasi zoom dengan kakak kelasnya yang sudah menjadi alumni dan membagi pengalaman kepada mereka serta memberikan pembekalan kepada para mahasiswa bagaimana menyiapkan diri memasuki dunia kerja. Pada akhir acara juga disepakati beberapa kegiatan yang dapat dilakukan Bersama berkolaborasi antara prodi, alumni, hima dan mahasiswa untuk meiningkatkan kesiapan mahasiswa Prodi TIN memasuki dunia pasca kampus.