Puas dengan hasil riset, YESSA Japan lanjutkan pemberian subvention untuk FTIP Universitas Padjadjaran

Dr. Sarifah Nurjanah, M.App.Sc. dan Keita Kamikubo diapit Osamu Sugano dan Prof. Ir. Chay Asdak, M.Sc., Ph.D. serta para wakil dekan FTIP dan Tim Periset

[Humas, 16/08/22] Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran (FTIP Unpad),memperoleh subvention lanjutan dari Yanmar Environmental Sustainability Support Association (YESSA) Jepang. Penyerahannya dilakukan melalui acara penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding, MoU) yang dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat pendanaan riset, pada selasa 16 Agustus 2022 di Aula FTIP Unpad, Jatinangor. Acara ini dihadiri oleh Dekan dan para Wakil Dekan FTIP, Kepala Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem Prof. Ir. Chay Asdak, M.Sc., Ph.D., Ketua Program Studi Magister Teknologi Agroindustri Dr. Dwi Rustam Kendarto, S.Si., M.T., dan Tim Periset. Pada bagian awal, disampaikan paparan kilas perjalanan kolaborasi antara FTIP Unpad dan YESSA Jepang oleh Handarto, S.TP., M.Agr., Ph.D. selaku penanggung jawab kolaborasi.

Selanjutnya, dalam sambutannya, Dekan FTIP Unpad Dr. Ir. Sarifah Nurjanah, M.App.Sc. mengucapkan terima kasih dan menyampaikan penghargaan kepada YESSA Jepang yang telah memberikan kepercayaan kepada FTIP Unpad untuk menjadi mitra kolaborasi riset di bidang pertanian berkelanjutan. ”Kolaborasi ini sangat strategis karena mendukung program internasionalisasi fakultas, seiring dengan upaya mewujudkan Unpad sebagai world class university. Oleh karena itu, kami berusaha sekuat tenaga untuk mencapai keberhasilan implementasi MoU ini”, tambahnya.

Dalam sambutannya, Executive Secretary YESSA periode 2018-2022, Osamu Sugano menilai bahwa secara umum, riset periode tahun 2017-2022 yang telah dilakukan Tim FTIP Unpad telah memberikan hasil  yang sangat memuaskan. ”Kami menilai bahwa FTIP Unpad memahami betul kebijakan YESSA beserta ruang lingkupnya. Hal inilah yang menjadi dasar pertimbangan kami untuk memberi subvention lanjutan ini”, tambah Sugano.

Selain dosen Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem FTIP Unpad, riset kolaborasi ini melibatkan juga dosen Fakultas Pertanian Unpad khususnya Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan serta Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan. ”Ke depannya, kami ingin riset ini melibatkan dosen-dosen dari fakultas lain di Unpad sehingga dampaknya akan terasa lebih besar”, harap Sugano.

Pemaparan Kilas Perjalanan Kolaborasi
Penyerahan Sertifikat Pendanaan Riset

Executive Secretary YESSA periode 2022-2026, Keita Kamikubo  mengingatkan bahwa keberhasilan riset ini memerlukan syarat yang berat, meliputi aspek sumberdaya dan kesungguhan. ”Namun demikian, saya yakin tim periset Unpad mampu melaksanakannya sehingga dapat meraih capaian riset ini pada tahun 2026 nanti” ujar Kamikubo.

Handarto, Ph.D. menyampaikan bahwa kerjasama FTIP Unpad dengan YESSA Jepang ini dimulai sejak tahun 2017. Tema riset periode 2017-2022 adalah ”Design of An Online Decision Support System for Wetland Rice Production”. Sementara, tema riset untuk 2022-2026 adalah ”Application of UAV-Based IoT Technology to Rice Production Monitoring System in Connection to Sustainable Agriculture. Keduanya menggunakan teknologi pengolahan citra digital. Dana subvention berkisar 15.000-20.000 Dolar AS per tahunnya, tambah Kepala Unit Internasionalisasi FTIP Unpad ini.

Ketua Tim Periset, Ir. Mimin Muhaemin, M.Eng., Ph.D. menjelaskan bahwa sub-tema pada riset mendatang meliputi 1) Identification of Symptoms of P and K Nutrient Deficiencies and Water-scarce in Rice Plants; 2) Digital Leaf Image Processing for Diagnosing Brown-Leaf Spot Diseases in Rice Plant; dan 3) Developing a Monitoring and Control System for the Rice Growth in Greenhouse. Dalam riset ini, drone akan digunakan supaya dapat memantau kondisi tanaman padi bukan hanya yang berada di dekat pematang, tetapi juga tanaman padi yang berada di bagian tengah petak sawah. ”Dengan demikian, analisis status kecukupan nutrisi dan air serta tingkat serangan penyakit pada tanaman padi dapat dilakukan secara lebih akurat dan menyeluruh”, imbuh Kepala Laboratorium Alat dan Mesin pertanian FTIP Unpad ini.

Dalam rangkaian kegiatan ini, dilakukan paparan dan diskusi hasil riset tahun fiskal 2021-2022 dan proposal riset tahun fiskal 2022-2023, disertai kunjungan ke rumah kaca penelitian.

Kunjungan ke Rumah Kaca Penelitian

Dokumentasi: