[Humas FTIP, 17/01/23] Kopi merupakan salah satu komoditas unggulan perkebunan di Kabupaten Sumedang. Produksi biji kopi di kabupaten sumedang dalam satu dekade terakhir meningkat signifikan dari 373,49 ton pada tahun 2011 menjadi 977,14 ton pada tahun 2021 (BPS Kabupaten Sumedang, 2022). Namun hanya 10% biji kopi yang diolah lebih lanjut menjadi kopi bubuk siap konsumsi, sedangkan sisanya dijual dalam bentuk biji kopi ceri yang baru dipetik dan biji kopi dengan kadar air 30 % – 40 % basis basah. Petani kopi lebih suka menjual biji kopi ceri karena lebih cepat mendapatkan uang dibandingkan harus mengolahnya lebih lanjut. Pada saat ini beji kopi ceri merah dihargai Rp10.000 – Rp15000 per kg sedangkan biji kopi dengan kadar air 30 % – 40 % dihargai Rp30.000 – Rp35.000 per kg. “Pengolahan kopi akan meningkatkan nilai tambah biiji kopi jika dikemas menjadi suatu inovasi sehngga dapat meningkatkan penjualan dan memberikan pilihan terbaik kepada konsumen untuk menikmati kopi” ujar Ahmad Thoriq, Dosen Teknik Pertanian FTIP Unpad selaku Anggota Tim.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang diketua oleh Dr. Lukito hasta Pratopo, M.Sc, melihat peluang ini menjadi satu inovasi produk dengan mengembangkan kopi drip bag specialty. “Keunggulan kopi drip bag specialty dibandingkan dengan kopi kemasan sachet adalah kemudahan dalam menyeduh kopi dan tidak adanya ampas dalam kopi seduhan dengan varian rasa yaitu kopi dengan campuran gula dan kopi tanpa gula” tambah Lukito.
“Kegaitan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan tidak hanya menciptakan produk tetapi membantu melakukan pemasaran produk” tambah Drupadi Ciptaningtyas selaku Anggota Tim. Pemasaran produk dilakukan dengan cara konvensional melalui kemitraan dengan pengelola hotel dan pemasaran online melalui marketplace. Saat ini produk kopi drip bag specialty dapat dibeli di Tokopedia dengan kata kunci “Kopi Genteng”. Guna peningkatan penjualan produk maka dilakukan promosi produk dengan cara pembuatan video singkat penyajian kopi drip bag specialty. Video dapat dilihat dengan mengunjungi aplikasi instagram dan TikTok “kopigenteng1”. Kegiatan pengabdian ini tidak hanya meningkatkan nilai tambah produk tetapi meningkatkan penjualan produk yang berimplikasi pada peningkatan pendapatan petani kopi.