KKN Unpad Kembangkan Digital Marketing bagi IKM Bambu di Kecamatan Selaawi – Garut

Di tengah pesatnya perkembangan pasar digital, para pengrajin bambu di Kecamatan Selaawi, Garut, masih menghadapi tantangan dalam memasarkan produk mereka secara online. Menyadari hal ini, Dosen Fakultas Teknologi Industri Pertanian, Dr. In-In Hanidah bersama Tim KKNM 174 UNPAD berinisiatif membantu mereka mengoptimalkan strategi pemasaran melalui berbagai platform digital, khususnya Shopee. 

Selama periode KKN yang berlangsung dari 10 Januari hingga 10 Februari 2025, mahasiswa bekerja sama dengan Silabu Center, sebuah pusat komunitas pengrajin bambu untuk meningkatkan daya tarik produk mereka di pasar e-commerce. Menurut ketua Silabu Center yang ikut serta dalam proyek ini yaitu Pak Utang, Silabu Center masih merasakan kendala dalam memasarkan produknya secara efektif. 

“Kami sudah coba jualan online, tapi belum ada hasil. Kami tidak tahu apakah masalahnya ada di foto, deskripsi, atau harga produk” ungkap Pak Utang. Tantangan ini juga dirasakan oleh pengrajin lain di Silabu Center, yang hingga kini belum berhasil mendapatkan hasil dari penjualan mereka secara daring. 

Menjawab tantangan ini, sub-kelompok KKNM 174 UNPAD yang berfokus pada digital marketing menerapkan berbagai strategi pemasaran digital. Langkah pertama adalah menganalisis harga dan produk kompetitor dan meningkatkan kualitas foto dan video produk agar lebih menarik dan profesional. Mereka juga memperbaiki deskripsi produk di Shopee, memastikan setiap item memiliki informasi yang jelas dan menggugah minat pembeli. Langkah selanjutnya, sub-kelompok digital marketing memanfaatkan fitur promosi dan diskon yang tersedia di platform e-commerce guna menarik perhatian calon pelanggan. Strategi diskon dan bundling ini dirasa bisa menjadi cara efektif untuk meningkatkan daya tarik produk.

Tidak hanya di Shopee, tim KKN juga mengembangkan strategi pemasaran melalui media sosial seperti Instagram, TikTok, dan Facebook. Mereka membuat katalog digital yang menampilkan berbagai produk unggulan dari para pengrajin, serta merancang konten kreatif untuk memperkenalkan keunikan produk bambu khas Selaawi kepada audiens yang lebih luas. Upaya ini diharapkan tidak hanya meningkatkan penjualan para pengrajin, tetapi juga memperkenalkan produk bambu khas Selaawi ke pasar yang lebih luas. Dengan memanfaatkan platform digital secara maksimal, para pengrajin berpotensi menjangkau pelanggan di luar daerah, bahkan hingga skala nasional. 

Dampak pendampingan dari Tim KKN Unpad menjadikan pelaku usaha IKM Bambu meningkat kompetensi dalam hal pengelolaan e-commerce dan peningkatan omset penjulana sebesar 80%. “Baru kali ini terdapat program KKN yang memberikan dampak langsung untuk pengembangan usaha masyarakat” ujar Bapak Fahmi selaku Camat Selaawi – Garut. “Saya berharap Unpad bisa kembali untuk melaksanakan KKN di Selaawi karena kami selaku pengelola IKM Bambu Selaawi merasakan perubahan langsung sampai bisa terjadi transakasi penjualan melalui penjulan online” ujar Utang menambahkan.

Seiring berjalannya waktu, hasil dari proyek ini akan menjadi tolok ukur efektivitas pemasaran digital bagi para pengrajin lokal. Jika strategi yang diterapkan berhasil diadopsi oleh IKM bambu lainnya, bukan tidak mungkin produk bambu Selaawi akan semakin dikenal dan diminati di pasar yang lebih luas. Sub-Kelompok Digital Marketing KKNM 174 UNPAD dan pengrajin Silabu berharap inovasi dan semangat kolaborasi antara mahasiswa dan pengrajin dapat membuka jalan baru bagi pemasaran produk lokal Selaawi di era digital.