Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran terus memperkuat peran strategisnya dalam pengembangan kolaborasi internasional melalui implementasi Hibah Matchmaking Research Interest (MMRI) yang dilaksanakan di The University of Queensland (UQ), Brisbane, Australia, pada 31 Januari–9 Februari 2026.

Kegiatan ini dipimpin oleh Putri Widyanti Harlina, S.Pt., M.Si., M.Eng., Ph.D., dosen Program Studi Teknologi Pangan FTIP Unpad, selaku Ketua Peneliti (Principal Investigator), bersama dua anggota tim, yaitu Dr. Aldila Din Pangawikan, S.TP., M.Sc. dan Dr. Souvia Rahimah, M.Sc.
“Melalui implementasi hibah MMRI ini, kami ingin memperkuat kolaborasi riset internasional antara FTIP Unpad dan University of Queensland, sekaligus membuka peluang publikasi bersama di jurnal bereputasi,” ujar Putri Widyanti Harlina.
Program MMRI merupakan bagian dari skema pendanaan internasional dalam EQUITY Program yang bertujuan mempertemukan peneliti Unpad dengan mitra strategis global guna mengembangkan kolaborasi riset dan pembelajaran berbasis internasional.
Lebih lanjut, Putri menyebutkan bahwa implementasi MMRI Unpad–UQ difokuskan pada penguatan kolaborasi riset dan teaching melalui skema Collaborative Online International Learning (COIL), khususnya pada mata kuliah Produk Pangan Halal di Program Studi Teknologi Pangan FTIP Unpad.
Dalam kegiatan ini, tim Unpad melaksanakan diskusi akademik intensif bersama mitra UQ, yakni Prof. Louwrens Hoffman dan Prof. Daniel Cozzolino dari Queensland Alliance for Agriculture and Food Innovation (QAAFI), University of Queensland.
Pada aspek riset, kolaborasi diarahkan pada penyusunan proposal penelitian bersama dengan fokus pada penguatan mutu dan ketahanan simpan produk daging berbasis teknologi pangan maju. Tim peneliti menilai kerja sama ini berpotensi menghasilkan proposal pendanaan eksternal internasional serta publikasi bersama pada jurnal bereputasi (Q1 Scopus) pada tahun pertama kolaborasi.
Sementara itu, pada aspek teaching, implementasi MMRI diwujudkan melalui perancangan program COIL yang dipimpin oleh Prof. Daniel Cozzolino. Program ini mencakup empat sesi perkuliahan kolaboratif yang mengintegrasikan topik spektroskopi, kemometrik, serta pendekatan omics untuk autentikasi halal produk pangan.
Berikutnya Putri menegaskan bahwa program ini tidak hanya memperkaya kurikulum mata kuliah Produk Pangan Halal, tetapi juga membuka ruang interaksi akademik langsung antara mahasiswa Unpad dan mahasiswa UQ, sehingga mendukung internasionalisasi pembelajaran di lingkungan Unpad.
“Program ini tidak hanya berfokus pada riset, tetapi juga mendukung internasionalisasi pembelajaran melalui skema COIL, sehingga mahasiswa Unpad dapat berinteraksi langsung dengan mahasiswa dan akademisi di UQ,” ungkapnya.
Selain diskusi akademik dan perancangan program, kunjungan ini juga dimanfaatkan untuk laboratory visit, pembahasan teknis metode analisis, serta perencanaan kunjungan balasan (reciprocal visit) dari pihak UQ ke Unpad yang direncanakan pada Mei–Juni 2026.
Kunjungan balasan tersebut akan difokuskan pada pelaksanaan seminar akademik serta penguatan jejaring riset berkelanjutan.
Dalam rangka memperkuat pemahaman praktis dan keterkaitan dengan industri, tim MMRI FTIP Unpad juga melakukan kunjungan ke perusahaan pengolahan daging Australian Country Choice, didampingi oleh Prof. Louwrens Hoffman.
Kunjungan ini difokuskan pada observasi proses pengolahan daging dari tahap penyembelihan hingga menjadi produk akhir, serta penerapan standar mutu dan praktik industri yang relevan dengan pengembangan riset dan pembelajaran di bidang teknologi pangan hewani.
Melalui implementasi hibah MMRI ini,, Putri menegaskan bahwa FTIP Unpad berkomitmen dalam membangun ekosistem riset dan pendidikan berorientasi global, memperkuat jejaring internasional, meningkatkan kualitas publikasi ilmiah, serta berkontribusi nyata dalam pengembangan sistem pangan halal berbasis sains, inovasi, dan integritas di tingkat global.
“Kolaborasi ini menjadi langkah strategis FTIP Unpad untuk memperluas jejaring global dan meningkatkan daya saing riset di bidang teknologi pangan, khususnya terkait mutu dan autentikasi halal” jelas Putri.
Laporan : Dani Wahdani/Humas FTIP Unpad
Sumber Foto : Putri Widyanti Harlina, Ph.D



