Hari Lingkungan Hidup Sedunia: FTIP Unpad Perkuat Komitmen pada Tata Kelola Lahan dan Ketahanan Iklim Global

Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Universitas Padjadjaran kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong solusi berbasis ilmu pengetahuan untuk menjawab tantangan lingkungan global. Melalui webinar internasional bertajuk Sustainable Land Governance for Climate Resilience and Future Generations, para akademisi, peneliti, mahasiswa, dan pemangku kepentingan berkumpul untuk membahas masa depan tata kelola lahan sebagai fondasi ketahanan iklim dan pembangunan berkelanjutan.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Sekolah Pascasarjana Unpad bersama Center for Environment and Sustainability Science (CESS) serta Fakultas Teknologi Industri Pertanian (FTIP) Unpad tersebut berlangsung secara hybrid di Gedung Sekolah Pascasarjana Unpad dan melalui platform Zoom, Jum’at (5/6/2026). Webinar menghadirkan Guru Besar Hidrologi FTIP Unpad, Prof. Chay Asdak, M.Sc., Ph.D., yang juga menjabat sebagai Vice Chair Committee of Science and Technology pada United Nations Convention to Combat Desertification (UNCCD), sebagai pembicara utama dengan topik The Future of Global Land Governance Beyond 2030.

Webinar internasional bertajuk Sustainable Land Governance for Climate Resilience and Future Generations yang menghadirkan Guru Besar Hidrologi FTIP Unpad, Prof. Chay Asdak, M.Sc., Ph.D berlangsung secara hybrid di Gedung Sekolah Pascasarjana Unpad Jl Dipati Ukur 35 Bandung dan melalui platform Zoom, Jum’at (5/6/2026).

Kegiatan dimoderatori oleh Dika Supiandi, M.T., M.D., KTP, peneliti dari CESS Unpad. Turut hadir Dekan Sekolah Pascasarjana Unpad Prof. Dr. Ir. Vijaya Isnania Wardhani, M.T., Dekan FTIP Unpad Dr. Gemilang Lara Utama S., S.Pt., M.I.L , Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Riset FTIP Unpad Dr. Herlina Martha, Guru Besar Unpad Prof. Oekan S. Abdoellah, Ph.D. , Kepala CESS Dr. Susanti Wita Ningsih, S.I., M.S.I., serta Nurul Iftitah, S.Hut., M.Si. dari Direktur Perencanaan dan Evaluasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (PEPDAS) pada Direktorat Jenderal Pengelolaan DAS dan Rehabilitasi Hutan RI.  Kehadiran peserta dari berbagai institusi dan negara menunjukkan tingginya perhatian terhadap isu keberlanjutan lahan dalam agenda pembangunan global.

Dalam pengantarnya, Dika Supiandi menekankan bahwa degradasi lahan merupakan persoalan yang sering kali kurang mendapat perhatian dibandingkan isu perubahan iklim atau krisis air, padahal dampaknya sangat besar terhadap ketahanan lingkungan, pangan, dan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, kualitas lahan yang terus menurun dapat mengancam kemampuan ekosistem dalam mendukung kehidupan manusia di masa depan.

Pada kesempatan tersebut, Prof. Chay Asdak menegaskan bahwa tata kelola lahan merupakan elemen strategis dalam menjawab berbagai tantangan lingkungan global yang semakin kompleks. Ia menjelaskan bahwa degradasi lahan tidak berdiri sendiri, melainkan memiliki keterkaitan erat dengan ketahanan pangan, ketersediaan sumber daya air, serta kemampuan masyarakat dan ekosistem dalam beradaptasi terhadap perubahan iklim.

“Degradasi lahan bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga persoalan pembangunan. Ketika kualitas lahan menurun, produktivitas ekosistem akan terganggu, ketahanan pangan melemah, dan kemampuan lingkungan dalam menghadapi perubahan iklim ikut berkurang,” ungkap Prof. Chay.

Lebih lanjut, Prof. Chay memaparkan arah tata kelola lahan global pasca-2030 yang menuntut penguatan kolaborasi lintas sektor, pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta integrasi pengelolaan lahan dan sumber daya air dalam kerangka pembangunan berkelanjutan. Menurutnya, keberhasilan membangun ketahanan iklim membutuhkan sinergi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat.

Pandangan tersebut sekaligus menegaskan peran penting Universitas Padjadjaran dalam menghasilkan kajian ilmiah dan rekomendasi kebijakan yang relevan bagi pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan. Melalui kepakaran yang dimiliki para akademisinya, Unpad terus berkontribusi pada diskursus global terkait perubahan iklim, restorasi lahan, dan pembangunan berkelanjutan.

Selain menjadi ruang pertukaran gagasan, webinar ini juga memperkuat jejaring kolaborasi antara perguruan tinggi, lembaga penelitian, pemerintah, dan mitra internasional dalam merumuskan solusi berbasis sains untuk mengatasi degradasi lahan. Pendekatan kolaboratif tersebut dinilai semakin penting mengingat tantangan lingkungan saat ini bersifat multidimensi dan lintas batas negara.

Melalui penyelenggaraan webinar internasional ini, Universitas Padjadjaran menunjukkan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan kerja sama global guna mendukung tata kelola sumber daya alam yang berkelanjutan. Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia menjadi pengingat bahwa menjaga kualitas lahan bukan hanya tentang melindungi lingkungan hari ini, tetapi juga tentang menyiapkan fondasi kehidupan yang lebih tangguh dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Laporan : Dani Wahdani

Foto : Nana Sumarna