Jatinangor, 5 April 2026 — Dalam rangka memperingati World Water Day 2026, Ekotani Mandala bersama PPAB Rejanawana, Maperpa, dan PII Sumedang menggelar kegiatan bertajuk “Gelar Cai: Ruang Tepung Baraya Ekotani” di Saung Ekotani Mandala, Ciparanje, Universitas Padjadjaran, Minggu (5/4). Mengusung tema “Ngagelar Cai, Ngajaga Kahuripan”, kegiatan ini menghadirkan ruang diskusi sekaligus aksi nyata bagi mahasiswa dan komunitas untuk meningkatkan kepedulian terhadap pengelolaan air dan cadangan air tanah.
Langkah Kecil Gelar Cai
Panitia membuka kegiatan sejak sore hari dengan registrasi peserta. Meski langit Jatinangor mendung dan gerimis sempat turun, peserta tetap datang dengan antusias.Sementara itu, suasana hangat mulai terasa saat mereka berkumpul di Saung Ekotani Mandala dan menikmati suasana alam terbuka.
Panitia mengemas kegiatan ini dalam bentuk sarasehan santai. Peserta duduk melingkar dan membahas kondisi lingkungan, pengelolaan air, serta fungsi lahan sebagai penyimpan air tanah.
Panitia ingin membuat isu lingkungan terasa dekat dengan kehidupan mahasiswa. Diskusi berjalan interaktif melalui tanya jawab dan games. MC membangun suasana dengan candaan sementara peserta aktif merespons dan berbagi pengalaman.
“Awalnya aku kira cuma bakal ngobrol dan diskusi biasa, terus lanjut nanam pohon. Ternyata suasananya seru banget karena ada games dan MC-nya juga asik, jadi nggak ngebosenin,” ujarnya.
Ia juga mulai memahami pentingnya pengelolaan air dan penampungan air tanah setelah mengikuti diskusi. Selain berdiskusi, panitia mengajak peserta menanam pohon di sekitar saung. Panitia menyiapkan bibit di beberapa titik agar peserta bisa langsung terlibat.
Peserta Gelar Cai 2026 melakukan penanaman bibit pohon di area Saung Ekotani Mandala sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan cadangan air tanah.(Sumber foto: Syifa)
Rintik yang Menemani Langkah
Saat penanaman dimulai, gerimis kembali turun. Tanah yang lembap membuat peserta lebih berhati-hati. Meski begitu, mereka tetap bergerak dengan semangat yang tinggi.
Peserta menanam bibit berbagai macam pohon, lalu menutup lubang tanah, dan merapikan posisi tanaman. Selama proses penanaman berlangsung, para peserta terlihat saling membantu diselingi obrolan dan tawa yang tetap terdengar di tengah hujan.
“Yang paling berkesan itu pas nanam pohonnya. Walaupun hujan dan tanahnya becek, suasananya malah jadi seru,” ujar salah satu peserta.
Panitia mengajak peserta menjaga lingkungan lewat langkah sederhana. Secara khusus, pohon membantu menyerap air, menjaga cadangan air tanah, dan mengurangi risiko kerusakan lingkungan.
Disisi lain, isu lingkungan terus meningkat, mulai dari berkurangnya daerah resapan hingga ancaman kekeringan. Melalui Gelar Cai 2026, panitia mendorong generasi muda untuk lebih peduli dan mulai bertindak.
Setelah penanaman, peserta kembali ke saung. Mereka melanjutkan diskusi santai dan berbagi pengalaman. Suasana tetap hangat meski udara terasa dingin setelah hujan.
Melalui Gelar Cai 2026, Ekotani Mandala bersama seluruh komunitas dan organisasi yang terlibat berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan dapat dilakukan melalui aksi sederhana yang dilakukan bersama-sama. Syifa Safanah Hazna Putri (210310250029),[email protected]