Mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran berhasil meraih 1st Place Under Graduate Waste Treatment Category dalam ajangkompetisi inovasi internasional pada International Biotechnology Competition and Exhibition 2021 “Youth Empowerement: Innovation for Sustainable Future”.
Acara tahunan ini diselenggarakan oleh Bioprocess Engineering Student Society, Universiti Teknologi Malaysia (UTM). Ajang bergengsi ini merupakan kompetisi bioteknologi tingkat internasional yang diikuti berbagai universitas dari beberapa negara.
Mahasiswa TekPang Angkatan 2018 yang terdiri dari Miswa Salza Kirana Zaenal Putri, Livia Khalishta Afifah, dan Marini Rizka Nadia Rudiyanto Putri mengangkat topik “Utilization of Black Soldier Fly Larvae (Hermetia Illucens Linnaeus) as An Innovative Organic Waste Management” di bawah bimbingan Dr. Aldila Din Pangawikan, S.TP, M.Sc. sebagai Dosen Teknologi Pangan – FTIP UNPAD.
Mereka melakukan studi literatur sebagai data pendukung dari Black Soldier Larvae dan potensinya, serta berkolaborasi dengan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu – Edukasi (TPSTE) Kecamatan Rancabolang Kota Bandung Jawa Barat di bawah bimbingan Bapak Juned sebagai pengelola penangkaran larva untuk dapat mempelajari pemanfaatan pengolahan sampah organik Black Soldier Fly Larvae (Hermetia Illucens Linnaeus) dengan metode Life Cycle Assessment (LCA).

Tujuan dilakukannya Life Cycle Assessment (LCA) ini adalah mengetahui pengolahan sampah organik dengan Black Soldier Fly Larvae (BSFL) yang juga mempunyai banyak potensi pemanfaatan lainnya. Larva yang membantu proses pengolahan sampah ini dapat dijadikan produk potensial bernutrisi tinggi, di TPSTE Rancabolang, BSFL sudah dimanfaatkan menjadi pakan entok (Muscovy duck). Bahkan, produk samping dari siklus BSFL tetap bisa dimanfaatkan sebagai pupuk. Pengolahan dengan cara ini dikenal tidak menghasilkan residu dan berpotensi berkelanjutan untuk masa depan, terlebih pengolahan sampah ini dapat dilakukan dalam skala rumah tangga hingga skala besar.
Diawali dengan lolosnya abstrak inovasi berjudul “Utilization of Black Soldier Fly Larvae (Hermetia Illucens Linnaeus) as An Innovative Organic Waste Management” yang diumumkan secara online untuk mengikuti tahap selanjutnya yaitu presentasi dan sesi tanya jawab secara daring dalam bahasa Inggris. Kemampuan Miswa, Livia, dan Marini dalam presentasi dan menjawab seluruh pertanyaan juri menjadikan mereka menjadi yang terbaik pada ajang kompetisi tersebut (Humas-FTIP)