Perjalanan Inspiratif Tsana, Mahasiswa FTIP Unpad Meraih Bright Scholarship

Tsana Nurul Syakira

Tsana Nurul Syakira resmi menjadi satu dari sepuluh mahasiswa Universitas Padjadjaran yang menerima Bright Scholarship dari YBM BRILiaN pada tahun 2025. Dari 300 awardee yang tersebar di seluruh Indonesia, Tsana mewakili Unpad dari program studi Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Industri Pertanian (FTIP), angkatan 2025.

Beasiswa ini mencakup UKT fully funded, biaya hidup bulanan, dan fasilitas asrama, sebuah paket yang memberi Tsana kebebasan penuh untuk fokus berkembang sebagai mahasiswa.

Keluarga yang Percaya pada Kekuatan Beasiswa

Tsana tumbuh dalam keluarga yang menempatkan pendidikan di atas segalanya. Bukan keluarga yang berkecukupan secara finansial, tetapi keluarga yang percaya bahwa selalu ada jalan untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

Kepercayaan itu bukan sekadar kata-kata. Seluruh anggota keluarga Tsana berhasil menempuh pendidikan tinggi tanpa mengeluarkan biaya, bahkan sebagian justru mendapatkan penghasilan dari beasiswa yang mereka raih. Lingkungan keluarga inilah yang menanamkan satu keyakinan dalam diri Tsana sejak kecil, bahwa beasiswa bukan mimpi yang jauh, melainkan tujuan yang bisa dan harus diperjuangkan.

Tsana menempuh seluruh pendidikan dasarnya di lingkungan madrasah, dari MI Zakaria, kemudian MTs Zakaria, hingga MA Zakaria. Konsistensi dalam satu lingkungan pendidikan berbasis nilai Islam itu membentuk karakter dan kedisiplinan yang menjadi fondasinya hingga hari ini.

Jejak Pendidikan dan Rekam Jejak yang Berbicara Sendiri

Sepanjang masa sekolah, Tsana tidak hanya aktif di ruang kelas. Ia menjabat sebagai Ketua MPK Putri periode 2023/2024, posisi kepemimpinan yang mengharuskannya berpikir strategis dan memimpin banyak pihak secara bersamaan. Ia juga menjadi Project Officer dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat di Desa Cihanjuang, pengalaman yang langsung mengasah kemampuan manajerial dan kepekaan sosialnya di lapangan.

Di bidang akademik dan kompetisi, Tsana meraih Peringkat 4 dalam Kompetisi Sains Madrasah-Kabupaten (KSM-K) bidang Kimia tahun 2024. Ia juga pernah menjadi MC dalam Uji Publik Calon Ketua BEM FTIP, dan meraih 2nd Place Winner dalam Business Model Canvas Bizmod 2026, kompetisi yang menguji kemampuan berpikir inovatif dan strategis.

Rekam jejak itulah yang kemudian menjadi fondasi kuat saat ia menghadapi seluruh tahapan seleksi Bright Scholarship.

Keputusan Mendaftar: Plan A yang Tidak Boleh Gagal

Tsana pertama kali mengetahui Bright Scholarship dari seorang kenalan yang sebelumnya pernah menjadi awardee. Dari situ, ia langsung melakukan riset mendalam, bukan hanya soal syarat dan manfaatnya, tetapi soal visi dan misi YBM BRILiaN secara keseluruhan.

Apa yang ia temukan meyakinkannya untuk langsung mendaftar. Beasiswa ini bukan sekadar bantuan finansial. Program pembinaan yang ditawarkan mencakup pengembangan soft skill seperti komunikasi dan public speaking, hard skill seperti financial planning, hingga pembinaan dari sisi keislaman. Bagi Tsana, ini adalah ekosistem yang tepat untuk tumbuh sebagai pribadi yang utuh.

“Benefitnya banyak, fully funded UKT, living cost, dan fasilitas dorm. Ini jadi plan A aku,” ungkapnya.

Empat Tahap Seleksi: Hectic, Terstruktur, dan Penuh Kejutan

Tsana Nurul Syakira, penerima beasiswa bersama dengan penerima beasiswa lain dalam kegiatan peresmian penerima Bright Scholarship YBM BRILiaN 2025 Batch 11.

Proses seleksi Bright Scholarship terdiri dari empat tahap yang masing-masing menyaring peserta secara bertahap. Tsana melewati semuanya, meski tidak selalu dengan jalan yang mulus.

Tahap pertama: Seleksi administrasi. Tsana harus mempersiapkan motivation letter, CV, dan berbagai berkas pendukung lainnya. Ia mengakui ini adalah tahap paling melelahkan. Persiapan dokumen berjalan hampir bersamaan dengan tanggung jawabnya sebagai panitia di Salman ITB, kepanitiaan yang baru selesai tepat H-1 sebelum PRABU. Dua deadline besar berjalan dalam satu waktu yang sama.

Tahap kedua: Tes skolastik. Peserta mengerjakan soal kemampuan kognitif secara daring di platform khusus dengan pengawasan langsung. Tahap ini menguji kemampuan analitis setiap kandidat secara terstruktur dan objektif.

Tahap ketiga: Psikotes dan wawancara psikotes. Tahap ini diselenggarakan oleh pihak eksternal bernama Skolla, bukan langsung oleh BRI. Di sinilah momen paling tak terduga dalam perjalanan Tsana terjadi.

Tahap keempat: Wawancara offline di Menara BRI. Tahap paling menentukan, di mana setiap kandidat hadir langsung di hadapan pengurus YBM BRILiaN.

Hampir Menyerah, Lalu Dipanggil Kembali

Tahap psikotes adalah titik yang hampir mengakhiri perjalanan Tsana. Prosesnya terasa lancar. Hasilnya pun bagus. Namun namanya tidak muncul dalam daftar peserta yang lolos ke tahap berikutnya.

“Aku tidak dinyatakan lolos saat itu, padahal benar-benar merasa lancar-lancar saja. Akhirnya setelah itu, aku mulai mencari beasiswa lainnya. Cukup putus asa karena plan A aku memang beasiswa ini,” ceritanya.

Beberapa hari setelah pengumuman itu, telepon dari pihak beasiswa masuk. Tsana termasuk dalam delapan orang yang sebelumnya dinyatakan tidak lolos, namun kini dinyatakan berhak mengikuti wawancara akhir secara offline di BRI Tower.

Ia datang. Menjalani wawancara dengan segenap kemampuannya. Dan akhirnya dinyatakan lolos sebagai awardee.

“Kalau aku langsung dinyatakan lolos, aku rasa aku tidak akan benar-benar bersyukur ke Allah karena dikasih kesempatan,” refleksinya. Momen yang hampir terasa seperti kekalahan itu justru menjadi bagian paling bermakna dari seluruh perjalanannya.

Lebih dari Beasiswa: Sebuah Lingkungan untuk Berproses

Tsana Nurul Syakira dalam kegiatan Kunjungan Family Strengthening Bright Scholarship YBM BRILiaN 2025.

Kini Tsana tinggal langsung di asrama bersama sesama awardee dari Universitas Padjajaran. Baginya, lingkungan itulah yang menjadi salah satu nilai terbesar dari program ini.

“Menurutku ini tempat untuk berproses, karena aku tinggal benar-benar di lingkungan beasiswa ini, dan tempat aku bertemu bersama orang-orang yang sama-sama ingin berkembang,” katanya.

Dengan UKT, tempat tinggal, dan biaya hidup yang sudah terpenuhi, Tsana kini leluasa mengeksplorasi berbagai peluang, dari lomba inovasi yang linear dengan jurusannya, kepanitiaan, hingga kegiatan-kegiatan yang memberinya dampak nyata di luar ruang kelas. Satu hal yang ia tekankan: menjadi awardee Bright Scholarship berarti siap membagi waktu dengan bijak antara tanggung jawab akademik dan seluruh kegiatan pembinaan yang padat.

Target ke Depan: Unggul dan Bermanfaat

Menjadi awardee bukan garis finish bagi Tsana. Ia sudah menetapkan arah yang jelas.

“Aku ingin benar-benar mengoptimalkan peranku sebagai mahasiswa yang unggul dan memberikan manfaat bagi manusia lainnya, dengan banyak ikut organisasi yang berfokus pada kebermanfaatan nyata bagi masyarakat kampus, ikut lomba-lomba inovasi yang linear dengan jurusanku, dan terus aware dengan isu-isu terkini di masyarakat,” ungkapnya.

Tips dari Tsana untuk Calon Pendaftar

Tsana berbagi empat hal konkret bagi siapapun yang ingin mengikuti jejak penerima beasiswa ini.

Pertama, riset visi dan misi penyelenggara beasiswa secara mendalam, bukan sekadar membaca syarat pendaftaran. Kedua, cari tahu rekam jejak awardee sebelumnya karena itu bisa menjadi panduan sekaligus inspirasi dalam mempersiapkan diri. Ketiga, pastikan seluruh berkas sesuai ketentuan format yang diminta, jangan sampai gugur di tahap administrasi hanya karena hal teknis yang bisa dihindari. Keempat, tampil outstanding di motivation letter dan CV dengan menunjukkan secara jelas mengapa kamu adalah orang yang tepat untuk dipilih.

Informasi lengkap mengenai Bright Scholarship dapat diakses melalui situs resmi YBM BRILiaN. Untuk informasi seputar kehidupan akademik dan kemahasiswaan di FTIP Unpad, kunjungi laman resmi FTIP Unpad. (Dini Amalia, [email protected])