Mahasiswa FTIP Unpad Raih Silver Medal IDEA FEST 2026 Lewat Gagasan Hilirisasi Lada Putih Muntok

Mahasiswa Fakultas Teknologi Industri Pertanian (FTIP) Universitas Padjadjaran kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Tim mahasiswa Program Studi Teknik Pertanian berhasil meraih Silver Medal Kategori Pertanian pada ajang IDEA FEST ke-5 Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Sentosa Foundation bersama Bogor Science Club di IPB University pada 6–8 Juni 2026. Penghargaan tersebut diraih melalui karya esai ilmiah berjudul “Hilirisasi dan Inovasi Teknologi sebagai Strategi Revitalisasi Muntok White Pepper Berbasis Pertanian Berkelanjutan.”

Tim FTIP Unpad yang berhasil mengantarkan Juara 2 Silver Medal Sub Tema Pertanian di Ajang IDEA FEST ke 5 Tahun 2026 : James Theo Arvino, Dekaneisha Shadiya Putri Ariawibowo, Afiah Salma Ramadhanti, dan Levi Nazila Saqira (Sumber Foto : Muhammad Achirul Nanda)

Tim terdiri atas James Theo Arvino (Teknik Pertanian 2023) sebagai ketua, bersama Dekaneisha Shadiya Putri Ariawibowo (Teknik Pertanian 2023), Afiah Salma Ramadhanti (Teknik Pertanian 2024), Levi Nazila Saqira (Teknik Pertanian 2024), serta Salsabila Ramadhani (Farmasi 2024, STIKES Abdurahman). Dalam penyusunan karya tersebut, tim mendapatkan bimbingan dari dosen Program Studi Teknik Pertanian FTIP Unpad, Dr. Muhammad Achirul Nanda.

Karya yang diusulkan mengangkat potensi Muntok White Pepper atau lada putih Muntok sebagai salah satu komoditas rempah unggulan Indonesia yang telah dikenal di pasar internasional. Meski memiliki nilai ekspor yang tinggi, pengembangan komoditas ini masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari rendahnya nilai tambah produk, fluktuasi harga di tingkat petani, hingga belum optimalnya penerapan teknologi dalam proses budidaya dan pascapanen.

Melalui esai tersebut, tim menawarkan strategi revitalisasi berbasis hilirisasi dan inovasi teknologi pertanian berkelanjutan. Konsep yang diusulkan mencakup penguatan rantai nilai komoditas, penerapan teknologi modern dalam budidaya dan pascapanen, serta pengembangan produk turunan bernilai tambah untuk meningkatkan daya saing produk lada putih Indonesia di pasar global. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan dan keberlanjutan sektor pertanian nasional.

Selain menawarkan solusi terhadap tantangan pengembangan komoditas rempah nasional, gagasan tersebut juga mencerminkan kontribusi generasi muda dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan. Melalui pendekatan hilirisasi dan inovasi teknologi, konsep yang dikembangkan tim FTIP Unpad berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui penguatan sistem pertanian yang produktif dan berkelanjutan, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui peningkatan nilai tambah komoditas dan kesejahteraan petani, serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pemanfaatan teknologi untuk memperkuat daya saing sektor agroindustri nasional. Pengembangan produk turunan dan pengelolaan rantai nilai yang lebih efisien juga mendukung SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui optimalisasi pemanfaatan sumber daya pertanian dan pengurangan potensi kehilangan hasil pascapanen.

Ketua tim, James Theo Arvino, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja keras, kolaborasi, dan dedikasi seluruh anggota tim dalam menyusun gagasan yang mampu menjawab tantangan sektor pertanian saat ini.

“Kami berharap gagasan yang kami kembangkan dapat menjadi salah satu alternatif strategi untuk meningkatkan nilai tambah komoditas lada putih Indonesia sekaligus mendorong terwujudnya sistem pertanian yang lebih berkelanjutan dan berdaya saing,” ujarnya.

Sementara itu, Dr. Muhammad Achirul Nanda mengapresiasi capaian yang diraih tim mahasiswa tersebut. Menurutnya, kompetisi esai ilmiah menjadi sarana penting bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan inovatif dalam menyelesaikan berbagai permasalahan nyata di sektor pertanian.

“Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa mampu mengintegrasikan pengetahuan, kreativitas, dan kepedulian terhadap permasalahan pertanian menjadi sebuah gagasan yang inovatif dan solutif. Saya berharap capaian ini dapat memotivasi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan berprestasi di tingkat nasional maupun internasional,” ungkapnya.

Keberhasilan meraih Silver Medal menunjukkan kemampuan mahasiswa FTIP Unpad dalam menghasilkan gagasan inovatif yang relevan dengan kebutuhan pembangunan pertanian Indonesia. Kolaborasi lintas angkatan dan lintas disiplin ilmu yang terbangun dalam tim juga menjadi kekuatan penting dalam menghasilkan solusi yang komprehensif, aplikatif, dan berorientasi pada keberlanjutan.

Prestasi ini semakin memperkuat komitmen FTIP Unpad dalam mendorong lahirnya generasi muda yang inovatif, adaptif, dan berdaya saing global. Melalui berbagai kompetisi akademik, mahasiswa tidak hanya mengembangkan kapasitas keilmuan, tetapi juga menghasilkan gagasan yang berpotensi memberikan dampak nyata bagi masyarakat, industri, dan pembangunan pertanian Indonesia yang berkelanjutan.

Sumber: Humas FTIP Unpad/Dani Wahdani