Menjadi PIC studi banding bukan pengalaman yang datang begitu saja bagi Cheallsea Chuangda Selamat. Mahasiswa Teknologi Pangan angkatan 2025 Universitas Padjadjaran ini awalnya bergabung dengan HIMATIPAN karena ingin mengasah kemampuan komunikasi dan menambah pengalaman organisasi. Kini, ia dipercaya menjadi penanggung jawab studi banding Hima Teknologi Pangan Unpad bersama Hima Vokasi Pangan Gizi IPB.
Chellsea mengaku, sejak awal ia memang tertarik pada bidang Hubungan Eksternal. Ketertarikannya datang dari rasa penasaran terhadap kegiatan studi banding yang belum pernah ia ikuti sebelumnya. Dari situlah, ia melihat ruang organisasi bukan hanya sebagai tempat bekerja, tetapi juga tempat belajar mengenal teman satu prodi dan kakak tingkat.

Awal Bergabung di Hima Teknologi Pangan
Bagi Chellsea, HIMATIPAN– adalah tempat yang tepat untuk bertumbuh. Ia merasa organisasi himpunan bisa memberinya pengalaman baru yang belum pernah ia coba sebelumnya. Selain menambah kemampuan komunikasi, ia juga ingin memperluas relasi dengan sesama mahasiswa Teknologi Pangan.
Pilihan itu kemudian membawanya masuk ke bidang Hubungan Eksternal. Di bidang inilah, ia mendapat kesempatan memegang proker studi banding yang sejak awal memang ia incar. Pengalaman tersebut menjadi langkah awal baginya untuk belajar memimpin sebuah kegiatan organisasi.
Studi Banding Hima Teknologi Pangan Bersama IPB

Dokumentasi Sesi Games pada Studi Banding
Studi banding HIMATIPAN dengan Hima Vokasi Pangan Gizi IPB berawal dari ajakan untuk mengadakan kegiatan bersama. Program studi banding sendiri memang dibagi menjadi dua termin, dan kegiatan bersama IPB menjadi studi banding terakhir pada termin pertama.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan akrab. Setelah sesi sambutan pelaksana, kahim dan dosen, peserta diajak bermain games sebelum masuk ke FGD. Chellsea mengaku pengalaman itu sangat berkesan. “Suasananya seru banget dan asik dari awal sampai akhir,” ujarnya.
Koordinasi di Balik Studi Banding
Chellsea mengaku sempat merasa takut ketika pertama kali dipercaya menjadai PIC studi banding. “Aku sempat takut dan bingung karena belum pernah pegang kegiatan seperti ini,”katanya. Namun, dukungan dari dukungan dari partner, IKW, dan teman-teman Hubeks membuatnya lebih tenang dan pelan-pelan memahami alur kerja kegiatan.
Tantangan terbesar yang ia hadapi ada pada komunikasi dan koordinasi. Banyak hal harus dipikirkan secara bersamaan, mulai dari persiapan hingga kebutuhan acara. Saat situasi mulai panik, ia terbiasa langsung berdiskusi dengan partner dan IKW untuk mencari solusi terbaik.
Ruang Saling Belajar

Dokumentasi Kegiatan Studi Banding
Dari interaksinya dengan Hima Vokasi Pangan Gizi IPB, Chellsea menangkap kesan pertama yang hangat. Para peserta dari IPB ramah, terbuka, dan membuat suasana cepat akrab. Games dan FGD pun membuat diskusi berjalan santai, sehingga pertukaran pengalaman terasa lebih hidup.
Ia juga menemukan banyak hal baru tentang cara kerja himpunan lain. Mulai dari struktur organisasi, sistem pendaftaran anggota, pendanaan kegiatan, hingga kewajiban menjadi IKW, semuanya memberi perspektif baru baginya. Walau belum ada praktik yang langsung diterapkan, banyak insight dari IPB yang bisa menjadi referensi untuk pengembangan HIMATIPAN ke depan.
Pelajaran dan Harapan
Bagi Chellsea, bagian paling membanggakan dari studi banding ini adalah keberhasilannya bersama partner menyusun rangkaian kegiatan dari awal sampai hari-H. Ia merasa senang karena acara berjalan lebih terstruktur dan rapi dibanding studi banding sebelumnya.
Dari pengalaman itu, ia belajar bahwa komunikasi dan kerja sama tim adalah kunci utama dalam menjalankan acara. “Aku juga belajar pentingnya kerja sama tim, karena acara sebesar ini nggak mungkin bisa berjalan sendiri tanpa bantuan banyak orang”, ungkapnya.
Oleh karena itu, seorang PIC harus mampu mengarahkan, bukan mengerjakan semuanya sendirian.
Di akhir, Chellsea berharap HIMATIPAN terus berkembang dan berinovasi. Ia ingin organisasi ini tetap menjadi tempat yang nyaman untuk belajar, berkembang, dan membangun relasi bagi mahasiswa Teknologi Pangan secara keseluruhan. (Fatma Khoirunnisa, [email protected])